Nasional

DLPDB Koperasi Dorong Ekonomi Rakyat di Lombok Timur Syariah

Jakarta, Maret.id — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat peran koperasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini dilakukan melalui penyaluran dana bergulir yang diiringi dengan pendampingan kelembagaan.

Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Tunas Harapan Syantara (THS) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan dari LPDB Koperasi, BMT THS tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi anggotanya. Koperasi ini juga membangun ekosistem usaha berbasis syariah yang menghubungkan petani ikan, distributor pakan, pengepul, hingga akses pasar dalam satu rantai bisnis yang saling menguatkan.

Jalaluddin, seorang peternak ayam petelur di Lombok Timur, menilai bahwa kemudahan dan kecepatan pembiayaan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas usahanya.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan, “Keberhasilan BMT Tunas Harapan Syantara menunjukkan bahwa dana bergulir akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dikelola oleh koperasi yang memiliki tata kelola yang baik.”

Krisdianto menjelaskan bahwa LPDB Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis koperasi. Ini dilakukan melalui pendampingan kelembagaan, penguatan tata kelola, monitoring usaha, hingga peningkatan kapasitas pengurus koperasi.

“Kami ingin setiap koperasi mitra LPDB tidak hanya tumbuh dari sisi aset dan penyaluran pembiayaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ketua Pengurus KSPPS BMT Tunas Harapan Syantara, Sarni, mengungkapkan bahwa koperasi yang berdiri sejak 2013 tersebut kini telah berkembang menjadi koperasi syariah modern.

Sarni menjelaskan bahwa berbagai unit usaha produktif telah dipisahkan ke badan usaha tersendiri. Hal ini memungkinkan koperasi untuk fokus pada fungsi intermediasi keuangan tanpa mengurangi keberlanjutan usaha para anggotanya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan fondasi lahirnya model bisnis berbasis closed loop ecosystem yang kini menjadi kekuatan utama koperasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button