Nasional

KEMENDAGRI SERU BAZNAS DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) atas perannya yang strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta pemberdayaan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Pimpinan BAZNAS RI (ex-officio), Agus Fatoni, baru-baru ini.

Peran Strategis BAZNAS

Agus Fatoni menekankan bahwa BAZNAS bukan sekadar lembaga pengelola zakat, melainkan merupakan mitra strategis pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, BAZNAS memiliki kemampuan untuk bergerak cepat melalui program-program yang terukur dan berdampak nyata kepada masyarakat.

BAZNAS telah meluncurkan berbagai program yang menunjukkan komitmennya, seperti bedah rumah, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penanganan stunting, serta layanan kesehatan gratis. Namun, Agus menyatakan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting agar program-program tersebut dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Sinergi Pemerintah dan BAZNAS

Kemendagri menggarisbawahi pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas layanan kepada masyarakat. Agus memberikan contoh beberapa daerah yang telah menunjukkan kolaborasi yang baik, di antaranya Kolaka, Surabaya, dan Solo. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat peran BAZNAS melalui dukungan hibah yang sesuai dengan prinsip penganggaran yang tepat.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada pendanaan tetapi juga melakukan inovasi pembiayaan melalui skema creative financing. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mendukung keberlanjutan program pembangunan yang telah dirancang.

Inovasi dan Pemberdayaan Melalui Program Kurban

Salah satu inovasi yang diperkenalkan BAZNAS adalah program “Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026”, yang bertujuan memberikan kemudahan layanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui integrasi kanal digital dan kasir ritel, masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan terpercaya.

Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mudjahid, menambahkan bahwa kurban memiliki peran yang sangat penting dalam konteks sosial ekonomi. Ia menjelaskan bahwa potensi ekonomi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari segi ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ekonomi umat dan meratakan kesejahteraan.

Target BAZNAS untuk tahun 2025 adalah mencapai realisasi kurban sebesar Rp2,3 triliun dari sekitar 790.554 ekor domba yang dikelola di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini, BAZNAS menargetkan dapat mengumpulkan 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun.

Sodik juga menyampaikan bahwa keunggulan berkurban melalui BAZNAS terletak pada dampaknya yang berlipat ganda. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, hewan kurban yang disalurkan juga bersumber dari program pemberdayaan peternak. Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam budidaya dan penguatan usaha.

Dengan target minimal 6.000 ekor domba/kambing untuk penghimpunan dan penyaluran kurban, BAZNAS terus berusaha untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah-daerah yang terpinggirkan. Dalam hal ini, BAZNAS memastikan distribusi kurban menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan daerah rawan pangan.

Dengan kolaborasi yang kuat dan berbagai inisiatif yang sedang dilaksanakan, BAZNAS diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, sekaligus mengurangi angka kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan besar di tanah air.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button