Istana Targetkan Pusat MRO Boeing di Kertajati Beroperasi 2023

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia menargetkan pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Boeing di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, mulai beroperasi pada tahun ini.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan. Hal ini mencakup proses pengalihan pengelolaan aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah pusat.
“Saat ini sedang proses,” ucap Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Ketika ditanya kapan fasilitas tersebut akan beroperasi, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah berupaya untuk merealisasikannya secepat mungkin. Namun, dia menekankan bahwa seluruh tahapan administrasi dan pengalihan aset harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Ya kita pengennya secepatnya, tapi kan semua butuh proses,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa pengalihan aset yang saat ini dimiliki oleh Pemprov Jawa Barat akan dialihkan ke Pemerintah Pusat. Meski terdapat tantangan, Prasetyo memastikan bahwa pusat MRO Boeing di Kertajati ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini.
“Targetnya tahun ini,” katanya.
Prasetyo menjelaskan bahwa pengembangan Kertajati sebagai pusat MRO merupakan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan bandara yang dibangun dengan investasi besar.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario agar Kertajati memiliki kegiatan yang berkelanjutan. Hal ini termasuk menjadi embarkasi haji dan pusat perawatan pesawat.
“Kita menghendaki Kertajati yang sudah dibangun itu bisa optimal,” jelasnya.
Prasetyo yakin bahwa optimalisasi Bandara Kertajati akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.





