Nasional

AKSI NAKAL ANGGOTA DPRD JEMBER: GERINDRA MURKA, SANKSI KERAS DITIMPAKAN!

Jakarta, Maret.id — Ulah anggota Komisi D DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidiqi, yang viral karena bermain game sambil merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), kini berujung pada sanksi tegas dari Partai Gerindra. Tindakan tersebut dianggap mencoreng citra partai dan dapat berakibat fatal bagi karir politiknya.

Sanksi Tegas dari Partai Gerindra

Partai Gerindra secara resmi menjatuhkan teguran keras kepada anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Syahri Assidiqi. Pimpinan sidang, Fikrah Auliurrahman, menegaskan keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap nama baik partai.

“Memberikan hukuman teguran keras dan terakhir kepada saudara Ahmad Syahri Assidiqi,” tegas Fikrah. Penegasan ini disampaikan dalam sidang yang diadakan di DPP Partai Gerindra, Jumat, 15 Mei 2026.

Sebagai pertimbangan, Yunico S, anggota Majelis Kehormatan Partai, menyampaikan bahwa Ahmad terbukti melanggar beberapa pasal dalam Anggaran Dasar partai. Ini mencakup pelanggaran terkait menjunjung tinggi nama dan kehormatan Partai Gerindra.

Pelanggaran yang Terbukti

Ahmad Syahri Assidiqi dinilai telah melanggar Pasal 16 ayat 2 dan Pasal 16 ayat 3 Anggaran Dasar Partai Gerindra. Ia juga dikenakan sanksi karena melanggar Pasal 67 ayat 5 terkait sumpah kader untuk menjaga kehormatan dan disiplin partai.

Sanksi lebih jauh dapat diambil apabila Ahmad kembali melakukan pelanggaran. “Jika saudara Ahmad Syahri Assidiqi melakukan tindakan tercela lainnya, maka ia akan langsung dijatuhi sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD Jember,” ungkap hakim.

Proses Hukum yang Berlanjut

Sebagai informasi, Mahkamah Partai Gerindra juga telah menjadwalkan sidang lanjutan untuk Ahmad Syahri Assidiqi pada tanggal yang sama, pukul 14.00 WIB, di kantor DPP Partai Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sidang ini bertujuan untuk memberikan keputusan akhir terkait status keanggotaan dan tindakan disipliner yang akan diterima.

Kasus ini menjadi sorotan publik, karena menunjukkan pentingnya etika dan profesionalisme dalam berpolitik. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi anggota DPRD lainnya mengenai tanggung jawab mereka dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Melihat respons publik dan reaksi dari Partai Gerindra, dapat dipastikan bahwa tindakan yang mencoreng citra partai akan ditindak dengan tegas oleh pihak berwenang. Keberadaan integritas dalam setiap aspek pengambilan keputusan politik menjadi semakin penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Diharapkan, kasus Ahmad Syahri Assidiqi ini bisa menjadi pengingat bagi semua kader partai untuk menjalankan tugas mereka dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Partai Gerindra.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button