Genius Umar: Kualitas dan Jumlah Kerja Kunci Pembangunan Indonesia!

Jakarta, Maret.id — Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Genius Umar, menekankan bahwa masalah utama dalam pembangunan Indonesia adalah penyediaan lapangan kerja. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik harus mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi demografi yang ada.
Peluang di Tengah Bonus Demografi
Menurut Dr. Genius, Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi, dengan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat. Ia berpendapat bahwa bonus demografi ini dapat menjadi berkah bagi negara jika terdapat cukup lapangan pekerjaan yang tersedia. “Bonus demografi bisa menjadi berkah jika tersedia pekerjaan memadai,” ungkapnya dalam sebuah wawancara, yang berlangsung pada 15 Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa total angkatan kerja pada Februari 2025 mencapai 153,05 juta orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebanyak 3,67 juta orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,76 persen, dengan 145,77 juta penduduk yang dinyatakan bekerja. Meskipun ada penambahan lapangan kerja, ia mencatat bahwa struktur ketenagakerjaan masih didominasi oleh sektor informal yang relatif tinggi.
Menilai Kualitas Kerja
Genius Umar memaparkan bahwa tantangan pembangunan tidak hanya terletak pada kuantitas pekerjaan, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan pekerjaan yang tersedia. Untuk itu, ia menilai target pemerintah dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja selama lima tahun yang akan datang adalah langkah strategis yang tidak bisa diabaikan. “Target tersebut penting, tetapi harus diikuti dengan desain implementasi yang terukur,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan publik harus dilanjutkan dengan tindakan yang tepat di lapangan. “Implementasi kebijakan adalah tahap yang paling menentukan,” tegasnya. Pendekatan yang harus dilakukan oleh pemerintah melalui perencanaan teknokratik di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kementerian teknis menjadi sangat penting.
Pendidikan dan Peningkatan Kualitas
Genius menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk mencapai target penciptaan 19 juta pekerjaan, rata-rata perlu ada sekitar 3,8 juta pekerjaan baru terbentuk setiap tahunnya. Ini berarti jumlah pekerjaan baru yang perlu diciptakan setiap bulan mencapai sekitar 316 ribu. Oleh karena itu, kementerian dan pemerintah daerah perlu memiliki target yang jelas dalam penciptaan pekerjaan.
Dia juga menekankan pentingnya pemerataan ekonomi dalam strategi pembangunan nasional. Salah satu inisiatif yang dinilai dapat mendukung penciptaan lapangan kerja adalah program Makan Bergizi Gratis, yang menurutnya, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan banyak pekerjaan. “Keberhasilan pembangunan harus diukur dari adanya pekerjaan yang layak dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan Indonesia bisa memanfaatkan momen bonus demografi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.



