5 Provinsi Prioritas MBG, Pemerintah Targetkan Turunkan Stunting

Jakarta, Maret.id — Penanganan stunting di Indonesia tidak hanya berfokus pada pengurangan angka, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang optimal.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berupaya mempercepat intervensi gizi dengan memprioritaskan wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar) dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat agar standar layanan berjalan secara optimal. Lima provinsi, yaitu Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua Tengah, menjadi fokus utama intervensi.
“Kemendukbangga/BKKBN siap mendukung melalui kewenangannya dalam pendistribusian MBG bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” kata BKKBN.
Hingga kini, sekitar 128 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) telah aktif mendistribusikan MBG kepada kelompok sasaran di berbagai daerah. Wihaji, pejabat terkait, menekankan pentingnya penyelarasan data penerima manfaat bersama kementerian dan lembaga lain untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Segera negara hadir di titik-titik tertentu, seperti NTT yang stuntingnya agak lumayan,” ungkap Wihaji.
Kondisi gizi nasional masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 112 juta penduduk dari empat desil terbawah mengalami kekurangan gizi.
Dalam rangka mencapai tujuan ini, pelaksanaan MBG akan diperkuat melalui sistem pengawasan yang terintegrasi. Semua SPPG didorong untuk menjalankan standar operasional secara konsisten demi menjaga mutu makanan, kecukupan gizi, dan keamanan pangan.





