Nasional

Ketum KBPP Polri Tegaskan: Soliditas Organisasi Wajib Hadapi Tantangan Bangsa!

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, Evita Nursanty, menegaskan pentingnya soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI KBPP Polri yang berlangsung pada 15 Mei 2026, ia menyatakan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks dan memerlukan persatuan yang kuat di antara anggota.

Soliditas Sebagai Kunci Keberhasilan

Evita mengungkapkan bahwa dalam sambutannya, hanya organisasi yang memiliki soliditas yang kuat yang mampu bertahan dan berkembang. “Hanya bangsa dan organisasi yang memiliki persatuan-kesatuan serta soliditas yang kokoh yang akan mampu bertahan, dan berkembang. Dengan itu, dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya. Tema yang diangkat dalam Munas VI ini adalah ‘Solid untuk Polri dan Negeri,’ yang difokuskan pada penguatan posisi KBPP Polri sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Dalam kesempatan itu, Evita menekankan bahwa soliditas bukan hanya berarti kekompakan, tetapi juga mencakup loyalitas dan kesamaan arah perjuangan. Hal ini sangat penting agar organisasi dapat mencapai tujuannya yaitu kesejahteraan anggotanya dan mendukung misi Polri. “Hanya dengan kata soliditas kita bisa mencapai tujuan organisasi tercinta kita,” imbuhnya.

Tantangan di Era Digital

Evita juga menyoroti tantangan yang muncul di era digital, di mana perkembangan teknologi telah merubah pola komunikasi di masyarakat. Dia mencatat bahwa kemajuan ini membawa ancaman berupa disinformasi dan hoaks. “Benar-benar sekarang ini kita sudah tidak tahu lagi mana berita yang benar, mana yang tidak. Intoleransi, radikalisme, serta konflik sosial menjadi tantangan yang menguji kita semua,” ungkapnya.

Menyadari hal tersebut, Evita mendorong KBPP Polri untuk bertransformasi dan tetap mengikuti perkembangan zaman, sambil tetap menjaga jati diri sebagai organisasi yang setia dan berdedikasi tinggi. Dia menekankan perlunya penyesuaian diri dengan peran nyata dalam masyarakat.

Menjadi Perekat Kebangsaan

Evita menegaskan bahwa kehadiran KBPP Polri tidak boleh sebatas ceremonial. Organisasi ini harus ada di tengah masyarakat sebagai perekat kebangsaan dan bagian dari solusi bagi bangsa. “KBPP Polri harus menjadi organisasi yang mampu hadir di tengah-tengah masyarakat, menjadi perekat dari kebangsaan, serta menjadi mitra strategis Polri,” kata Evita.

Penekanan pada soliditas dan transformasi menjadi hal yang krusial bagi KBPP Polri dalam menjalankan perannya di masyarakat. Evita percaya bahwa dengan kekompakan dan komitmen, organisasi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menghadapi tantangan bangsa.

Dengan mengesampingkan segala bentuk perpecahan, KBPP Polri diharapkan mampu berkontribusi dan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, sehingga bisa mencapai tujuan bersama demi kemajuan bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button