Nasional

KENYATAAN PENTING! Menko Airlangga Jajaki Potensi Perdagangan RI-Belarus untuk Optimalisasi I

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengunjungi Belarus untuk menjajaki kerja sama di sektor industri strategis. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kerjasama perdagangan dan ekonomi antara Indonesia dan Belarus, terutama dalam rangka memanfaatkan kesepakatan perdagangan bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (EAEU FTA).

Upaya Kerja Sama di Sektor Strategis

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026 ini, dilaksanakan sebagai respons atas dinamika global yang mendorong Indonesia untuk lebih aktif dalam menjalin kerjasama internasional. Dalam lawatannya, Menteri Airlangga didampingi oleh Deputi Perdana Menteri Belarus dan beberapa pejabat terkait lainnya. Selama di Minsk, mereka mengunjungi beberapa perusahaan besar seperti Minsk Tractor Works (MTZ), Minsk Automobile Plant (MAZ), dan BelAZ Holding Management Company.

Melalui kunjungan ini, pemerintah Indonesia berharap dapat menjajaki potensi akses pasar untuk produk-produk ekspor Indonesia, serta mengidentifikasi kebutuhan strategis yang dapat memenuhi permintaan industri di kawasan Eurasia. Pemetaan barang-barang ini dianggap penting agar Indonesia bisa memanfaatkan EAEU FTA secara optimal.

Belarus sebagai Mitra Stratejik

Belarus memiliki reputasi sebagai negara dengan industri manufaktur yang kuat, di mana sektor manufakturnya menyumbang sekitar 20,3% dari PDB nasional pada tahun 2024. Terkenal dengan keunggulan dalam pengembangan agro-industri dan mekanisasi pertanian, Belarus juga mencatat tingkat swasembada pangan mencapai 96%.

Menteri Airlangga menilai, kerjasama dengan Belarus sangat sejalan dengan cita-cita Presiden Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Modernisasi pertanian dan ketersediaan alat berat yang efisien adalah kunci untuk mendukung tujuan tersebut,” ungkapnya.

Kunjungan ke Industri Alat Berat dan Kendaraan Komersial

Selama kunjungannya, Airlangga meninjau proses pengembangan traktor dan mesin pertanian di MTZ yang dapat mendukung program food estate dan peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia. Pihak MTZ juga menawarkan pelatihan serta transfer teknologi untuk mendukung kerjasama yang lebih erat.

Sementara itu, di MAZ, fokus diskusi dilanjutkan pada potensi kerja sama dalam pengembangan kendaraan komersial dan bus, dengan mengedepankan peluang local assembly dan transfer teknologi. Komitmen untuk menciptakan kendaraan rendah emisi juga menjadi salah satu topik penting.

Dalam kunjungan ke BelAZ Holding, kedua belah pihak mendiskusikan potensi penguatan kerjasama di sektor alat berat pertambangan. Hal ini termasuk pengembangan ekosistem pemeliharaan, local assembly, serta peluang kerjasama untuk rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam Indonesia.

Dengan berbagai peluang ini, diharapkan kerjasama antara Indonesia dan Belarus akan semakin terjalin, di mana kedua negara dapat saling menguntungkan dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan industri yang saling berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button