LPDB Koperasi Dorong Inkubasi di Papua dan Akses Pembiayaan

Jakarta, Maret.id — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat pengembangan ekosistem koperasi di Papua. Ini dilakukan melalui program inkubasi, pendampingan, dan pembiayaan dana bergulir bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong koperasi agar lebih profesional, bankable, dan mampu berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di wilayah timur Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pelatihan Inkubasi Tenant KDKMP yang berlangsung di Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Kota Jayapura, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Sebanyak 15 tenant KDKMP yang bergerak di sektor riil mengikuti kegiatan ini. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara LPDB Koperasi dan Universitas Ottow Geissler Papua untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola, perencanaan bisnis, serta kesiapan koperasi untuk mengakses pembiayaan.
Dalam acara tersebut, hadir Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, Pejabat Fungsional Dinas Perindagkop UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Antonius Indarto Wibowo, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ottow Geissler Papua Meiske Murni Nurbintan Sihombing, dan Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga.
Deva Rachman menegaskan bahwa program inkubasi adalah proses penting dalam membangun fondasi koperasi yang sehat dan profesional. “Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi,” ucap Deva.
Ia berharap KDKMP di Papua dapat menjadi koperasi yang unggul dan mampu berkontribusi sebagai penggerak ekonomi lokal. LPDB Koperasi saat ini fokus pada tiga hal utama: penyaluran pembiayaan, pendampingan, dan inkubasi koperasi.
Ketiga program ini dirancang untuk membangun ekosistem yang saling terhubung, memastikan koperasi tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial yang kuat. “Papua memiliki potensi ekonomi besar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal,” ujar Deva.
Ia menambahkan bahwa potensi ini harus dikelola melalui koperasi yang memiliki tata kelola yang baik dan kemampuan mengakses pembiayaan secara berkelanjutan. Moses Yomunga juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan LPDB Koperasi yang kembali diberikan kepada Universitas Ottow Geissler Papua sebagai mitra pelaksana program inkubasi di kawasan ini.





