Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Paparkan OPK Calon Karyawan Terbaru

Jakarta, Maret.id — BPJS Ketenagakerjaan memberikan klarifikasi terkait Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK) setelah aktivitasnya menjadi sorotan publik. Kegiatan yang ditunjuk bukanlah inti atau kewajiban utama dalam program tersebut, melainkan bagian dari metode pembelajaran.

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, menyatakan bahwa OPK dirancang sebagai tahapan awal untuk membentuk sumber daya manusia calon karyawan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang sesuai dengan nilai organisasi.

“Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK) merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi calon karyawan agar memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental,” ujar Erfan melalui WhatsApp, di Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pelaksanaan OPK dilakukan secara terstruktur melalui pembelajaran di dalam maupun luar kelas. Materi dan aktivitas diarahkan untuk membentuk kemampuan teknis, kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian peserta.

Erfan menjelaskan bahwa aktivitas yang menjadi perhatian publik merupakan metode pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Metode ini digunakan untuk melatih kepercayaan diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta.

Ia menekankan bahwa seluruh rangkaian OPK dilaksanakan dengan pendampingan instruktur dan prosedur yang telah disiapkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keamanan peserta. BPJS Ketenagakerjaan juga terbuka terhadap masukan masyarakat dan akan melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan relevansi metode pembelajaran dengan tujuan pembentukan SDM profesional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button