INDONESIA DAN BELARUS Teken KESEPAKATAN EKONOMI Rp7 TRILIUN! PERKUAT INVESTASI DAN INDUSTRI!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus mengukuhkan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama ekonomi melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026, di Minsk, Belarus, dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus, Viktor Karankevich.
Penguatan Hubungan Ekonomi
Kesepakatan ini menandai upaya kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi. Melalui SKB ke-8, berbagai agenda kerja sama telah dibahas secara rinci, termasuk perdagangan, investasi, serta industri. Penandatanganan ini diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam implementasi kesepahaman antara kedua negara.
Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Agreed Minutes tersebut akan berfungsi sebagai panduan untuk memastikan seluruh inisiatif yang dibahas dapat dilaksanakan secara sistematis. “Kesepahaman ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga.
Area Kerja Sama yang Luas
Pertemuan SKB ke-8 juga mencakup diskusi mengenai sektor-sektor penting lainnya seperti kesehatan, pendidikan, teknologi, budaya, olahraga, dan pariwisata. Kedua belah pihak sepakat untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam sektor industri dan pertanian.
DPM Viktor Karankevich menyatakan komitmen Republik Belarus untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menciptakan ruang untuk kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku usaha di kedua negara. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan saling menguntungkan.
Nota Kesepahaman untuk Proyek Bersama
Pada kesempatan yang sama, diteken pula lima Nota Kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha dari Indonesia dan Belarus, dengan nilai total mencapai Rp7 triliun. MoU tersebut mencakup kerjasama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Nedra Nezhin, serta beberapa perusahaan lainnya.
Tampak mendampingi Menko Airlangga dalam penandatanganan tersebut Duta Besar RI untuk Moskow, Jose Antonio Morato Tavares, bersama dengan para pejabat di Kementerian Perekonomian dan perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Dengan penandatanganan ini, Pemerintah Indonesia dan Belarus berharap dapat mengimplementasikan berbagai proyek kerja sama secara nyata, serta menciptakan peluang dan manfaat bagi kedua negara di masa depan.





