Nasional

Indonesia Cetak Surplus USD 3,58 Miliar, Mendag Yakin Investor Asing Masuk

Jakarta, Maret.id — Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa surplus mencapai USD 3,58 miliar selama semester I 2026.

Capaian tersebut memberikan sinyal positif bagi investor global untuk menanamkan modal di Indonesia. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa surplus ini muncul karena nilai ekspor Indonesia lebih tinggi daripada impor.

“Indonesia mencatat ekspor kumulatif sebesar USD 140,81 miliar, tumbuh 4,13 persen, sementara nilai impornya sebesar USD 137,24 miliar,” papar Ateng, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil menurunkan defisit perdagangan. “Sebelumnya kita defisit sebesar 0,45 miliar dolar, bulan Juni menjadi 1,6 miliar dolar. Ini artinya defisit sudah mulai turun,” ucap Budi.

Mendag Budi menekankan bahwa beberapa strategi pemasaran, seperti perjanjian dagang dengan negara lain dan forum bisnis internasional, turut menarik perhatian investor. “Ini bagus, karena investasi mendorong kedatangan banyak investor,” ujar Budi.

Dia menambahkan, banyak negara yang belum memiliki perjanjian dagang dengan Amerika atau Uni Eropa. “Mereka investasi ke Indonesia untuk menembus pasar Amerika, dan ini menjadi kesempatan bagi kita,” sambungnya.

Data BPS juga menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama ekspor Indonesia dengan nilai USD 115,5 miliar, atau sekitar 82 persen dari total ekspor.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button