Nasional

Kementan Targetkan 1 Juta Pertanian Modern, Pupuk Indonesia Siap Dukung

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pertanian menyatakan target 1 juta hektare dalam program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). PT Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung target ini dengan menyediakan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditentukan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Senior Vice President Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) Pupuk Indonesia, Gita Bina Nugraha, dalam Webinar Sinar Tani pada Rabu, 5 Agustus 2026. Gita menekankan bahwa dukungan pupuk sangat penting untuk keberhasilan program ini.

Hasil studi yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa kontribusi pupuk dapat berpengaruh hingga 62 persen terhadap produktivitas padi. Oleh karena itu, ketersediaan pupuk yang memadai menjadi prioritas utama.

“Pupuk Indonesia sangat berkomitmen untuk menyukseskan program PM-AAS ini. Kami memastikan semua tahapan akan dikawal secara intensif, stok dan penyaluran pupuk juga kami pantau setiap hari agar kebutuhan petani terpenuhi sesuai ketentuan,” ucap Gita.

Pupuk Indonesia saat ini melakukan pembaruan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan penyelarasan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). Hal ini bertujuan agar distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Gita menjelaskan bahwa Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional. Saat ini, perusahaan ini didukung oleh lima anak perusahaan dengan kapasitas produksi urea sekitar 9,4 juta ton per tahun dan NPK sebesar 4,6 juta ton per tahun.

Distribusi pupuk juga diperkuat dengan jaringan yang luas. Pupuk Indonesia mempunyai lebih dari 27 ribu Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS) di seluruh Indonesia, memastikan pupuk dapat diterima oleh petani tepat waktu.

“Secara kapasitas produksi maupun infrastruktur distribusi, Pupuk Indonesia siap mengawal program strategis Pemerintah. Kami memiliki kemampuan untuk memastikan pupuk tersedia sehingga petani dapat menerapkan PM-AAS secara optimal,” kata Gita.

Untuk menjaga kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok nasional sebanyak 1.076.023 ton pada awal Agustus 2026. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi selama sekitar 36 hari ke depan.

Sebagai langkah tambahan, Pupuk Indonesia memperkuat pengawasan distribusi melalui berbagai sistem digital. Salah satunya adalah Command Center yang memantau pergerakan pupuk dari pabrik hingga diterima oleh petani terdaftar.

“Melalui sistem ini kami dapat memastikan distribusi pupuk berlangsung transparan dan akuntabel. Potensi keterlambatan dapat dideteksi lebih dini sehingga dapat segera ditangani,” jelas Gita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button