Bromo Terbakar, 3 Helikopter Water Bombing Padamkan Api

Jakarta, Maret.id — Tindakan cepat dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tiga helikopter dioperasikan untuk mendukung pemadaman dari udara.
Operasi pemadaman ini difokuskan pada titik-titik api yang terletak di area dengan kelerengan dan medan yang sulit dijangkau oleh petugas darat. “Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” kata Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.
Sementara itu, petugas darat terus melakukan pemadaman secara langsung dan membuat sekat bakar untuk membantu mengendalikan serta mencegah penyebaran api. Namun, operasi modifikasi cuaca belum dapat dilaksanakan dalam 10 hari ke depan.
Berdasarkan informasi terkini pada pagi hari 9 Agustus 2026, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare. Angka ini merupakan estimasi awal yang akan terus diperbarui melalui verifikasi dan pemantauan lapangan.
Dalam upaya penanganan kebakaran, Raja Juli menginstruksikan penutupan sementara seluruh kawasan Bromo Tengger Semeru. Keputusan ini diambil untuk memfokuskan upaya pemadaman kebakaran sekaligus mencegah potensi kebakaran di lokasi lain. “Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” jelasnya.





