Nasional

Kemenag Luncurkan Geber Mas 2026 di 50 Ribu Masjid dan Musala

Jakarta, Maret.id — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 secara nasional. Acara ini diselenggarakan secara hybrid dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta.

Gerakan ini melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia. Selain sebagai kerja bakti massal, Geber Mas bertujuan membangun kesadaran ekologis di sekitar rumah ibadah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin kick-off kegiatan ini. Dalam acara tersebut hadir Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim.

Secara daring, kegiatan diikuti oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, penyuluh agama, penghulu, serta pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam arahannya, Menag Nasaruddin menekankan pentingnya kebersihan rumah ibadah dalam perspektif yang lebih luas. Ia menjelaskan, masjid bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan.

“Merawat kebersihan masjid sejatinya merupakan upaya menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat,” ucap Nasaruddin.

Ia menambahkan, kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga kebersihan batin. Meskipun demikian, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk atmosfer ibadah yang khusyuk.

Menag Nasaruddin mengajak masyarakat untuk menjadikan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga. “Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengaitkan Geber Mas dengan agenda besar Kementerian Agama untuk membangun rumah ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan, masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang melayani kebutuhan spiritual, sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

“Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi dan budaya umat,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button