Nasional

Ahmad Muzani Soroti Etika Berpolitik Digital di Sidang MPR 2026

Jakarta, Maret.id — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyoroti dinamika demokrasi di era teknologi digital dalam pidato pembukaan Sidang Tahunan MPR RI 2026.

Ia menekankan pentingnya menjaga etika dan penggunaan bahasa yang santun saat menyampaikan aspirasi publik.

Muzani mengutip Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji sebagai pengingat akan pentingnya budi pekerti dalam berpolitik.

“Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa,” kata Muzani saat membuka Sidang Tahunan MPR-RI, Sidang Bersama DPR-RI, dan DPD-RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Ia menyayangkan bahwa kebebasan berpendapat di ruang digital kadang dipenuhi dengan caci maki dan ujaran kebencian.

Menurutnya, demokrasi tidak akan lebih kuat jika masyarakat semakin keras mencela. Demokrasi akan kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab.

“Jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi; dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan penghinaan,” tegasnya.

Muzani mengajak semua elemen masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi digital agar tidak merusak persaudaraan kebangsaan.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dapat menyebarkan kebencian, fitnah, manipulasi, dan kabar bohong dalam kecepatan tinggi.

“Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button