BNPB dan PNM Dorong Warga Agam Raih Potensi Lokal Produktif

Jakarta, Maret.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Agam saat ini tengah mendorong pemulihan masyarakat pascabencana dengan program pengembangan ekonomi lokal.
Program Klasterisasi 2026 menjadi strategi utama untuk menghidupkan kembali sumber penghidupan warga yang terkena dampak bencana. Kegiatan ini mencakup Klaster Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau dan Klaster Olahan Pinang Salareh Aia.
Melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan sarana produksi, PNM berupaya agar masyarakat terdampak dapat kembali produktif. “Kami ingin mendorong masyarakat agar memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan,” kata Hendra Jalius, Pemimpin Cabang PNM Padang.
Pada Klaster Olahan Ikan Danau Maninjau, PNM bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Agam memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat. Tiga kali pelatihan telah dilakukan untuk mengembangkan produk ikan asap yang bernilai tambah.
Selain pelatihan, dukungan berupa oven pengasapan dan akses pembiayaan tanpa agunan juga disediakan. Sementara di Klaster Olahan Pinang Salareh Aia, akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas dilibatkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas produksi masyarakat.
“Pemulihan ekonomi tidak berhenti ketika bantuan diberikan. Yang ingin didorong PNM adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menghasilkan,” ungkap Hendra.
Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi mereka pascabencana. “Pemberdayaan ekonomi adalah aspek penting dalam proses pemulihan agar masyarakat tidak bergantung pada bantuan,” kata Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB.





