Kejar 100 GW PLTS, Prabowo Target Hentikan 13 GW PLTD 2024

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dan mempercepat penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada tahun ini.
“Tahun ini, kita akan bangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel. Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sinar matahari yang hampir sepanjang tahun,” ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dalam pidatonya di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Proyek pembangunan PLTS ini diharapkan memberikan efisiensi ekonomi yang signifikan. Presiden mencatat, pembangunan PLTS hingga 100 GW diperkirakan dapat menghemat sedikitnya Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik.
“Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri lagi, dengan 100 gigawatt kebutuhan impor akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa,” sambung Presiden.
Terkait agenda elektrifikasi mobilitas, pemerintah juga mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional dan mengurangi konsumsi BBM. Presiden mengumumkan pemberian insentif bagi perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta unit motor listrik dalam negeri.
“Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus, yaitu menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya,” jelas Presiden.
Beliau menekankan bahwa Indonesia memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam ekosistem baterai kendaraan listrik. Setiap kendaraan listrik buatan dalam negeri, menurut Presiden, tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga membawa kebermanfaatan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
“Pertama penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka. Kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk BBM, bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang,” tandasnya.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat Indonesia.





