Malaysia Minta Beras RI 200.000 Ton, Bulog Terbentur Kendala

Jakarta, Maret.id — Malaysia berpotensi menyerap hingga 200.000 ton beras dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Sarawak. Pengiriman besar tidak bisa dilakukan sekaligus, karena masih menunggu permintaan dan kepastian izin dari pemerintah Malaysia.
Perum Bulog memastikan bahwa pengiriman tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung sepanjang tahun 2026. Sebagai tahap awal, Indonesia akan mengekspor 1.000 ton beras, dengan pasar Sarawak memiliki potensi permintaan hingga 200.000 ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa realisasi ekspor masih bergantung pada permintaan dari Malaysia dan kepastian izin dari pemerintah negara tersebut. “Kita menunggu permintaan. Jadi, kita tidak bisa mendorong maksimal, karena kita harus menunggu permintaan. Jadi enggak mungkin langsung 1.000, kapalnya enggak muat,” ucap Ahmad di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa Bulog masih menunggu kepastian izin dari Kementerian Pertanian Malaysia dan Bernas, lembaga yang menjalankan fungsi serupa dengan Bulog di Malaysia. Ahmad menjelaskan bahwa sekitar lima kontainer akan diberangkatkan melalui Entikong, sementara sekitar 950 ton lainnya direncanakan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kuching, Malaysia.
“Kayak sampai dengan saat ini kan kita juga nanti menunggu kepastian permit izin dari pemerintah Malaysia, yaitu dari Kementerian Pertanian Malaysia maupun dari Bernas-nya BULOG, atau BULOG-nya Malaysia itu namanya Bernas,” terang dia.
Jika potensi kebutuhan Sarawak sebesar 200.000 ton dapat direalisasikan, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.





