Bapanas dan BULOG Luncurkan Bantuan Pangan untuk 405.404 di Sulteng

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum BULOG resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Provinsi Sulawesi Tengah.
Launching penyaluran berlangsung di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han.
Program ini adalah bagian dari tugas Perum BULOG untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta untuk memastikan akses masyarakat terhadap pangan pokok. Bantuan Pangan ini menyasar 405.404 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total alokasi beras mencapai 12.162.120 kilogram, setara dengan lebih dari 12,16 ribu ton.
Setiap PBP akan menerima 10 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras untuk periode Juli hingga September 2026.
Melalui dukungan stok dan jaringan distribusi yang dimiliki BULOG, diharapkan bantuan dapat disalurkan secara efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah.
“Penyaluran Bantuan Pangan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan menjaga stabilitas harga beras,” ucap Andi Amran.
“Presiden memberikan perhatian besar kepada masyarakat Sulawesi Tengah agar kebutuhan pokok sehari-hari, terutama beras, dapat terpenuhi. Kita ingin bantuan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penyaluran di Kota Palu merupakan bukti kesiapan BULOG dalam melaksanakan tugas pemerintah di bidang pangan.
“BULOG akan terus mengawal ketersediaan beras, operasional, dan distribusi kepada PBP agar manfaat program dapat diterima masyarakat secara optimal,” ucap Ahmad Rizal Ramdhani.





