Pray For Kalimantan, Karhutla Meluas, Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi terpadu dalam pengendalian karhutla, guna meningkatkan peluang hujan di daerah yang rawan kebakaran.
“Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,” ucap Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan.
Di Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak. Selama periode tersebut, terdapat sembilan sorti penerbangan, dengan estimasi curah hujan mencapai 10,92 juta meter kubik.
Prakiraan cuaca terbaru menunjukkan peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23 hingga 27 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengupayakan pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat dalam periode tersebut.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, OMC telah dilakukan dalam dua periode, yakni dari 27 Juli hingga 4 Agustus serta dari 11 hingga 15 Agustus 2026. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan, dengan estimasi curah hujan sekitar 4,8 juta meter kubik.
“Namun, hingga akhir Agustus 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah diprakirakan masih didominasi oleh kondisi kering dengan pertumbuhan awan hujan yang terbatas,” ungkap Ristianto. Peluang untuk pelaksanaan OMC dalam waktu dekat sangat minim, dengan pemantauan atmosfer yang terus dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyemaian awan.
Di Kalimantan Selatan, perkembangan cuaca, hotspot, dan kondisi karhutla dipantau secara intensif. Peluang pelaksanaan OMC akan dievaluasi berdasarkan ketersediaan awan potensial dan kebutuhan penanganan di lapangan. “Mengingat OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer, operasi hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang memenuhi persyaratan teknis untuk penyemaian,” tambahnya.





