Nasional

Akses Jalan Terputus Akibat Gempa Flores, Dompet Dhuafa Evakuasi Ibu Hamil

Jakarta, Maret.id — Hampir sepekan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), para penyintas masih berjuang dengan dampak yang ditimbulkan. Hingga Kamis (20/8), ribuan gempa susulan masih dirasakan di wilayah tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa susulan bermagnitudo 5,8 yang kembali mengguncang Pulau Flores. Guncangan ini cukup signifikan dan dirasakan oleh penduduk setempat.

Dalam upaya merespons bencana ini, Dompet Dhuafa melalui Tim Respons Kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) melaksanakan berbagai kegiatan penyelamatan. Mereka berkolaborasi dengan tim SAR gabungan untuk mengevakuasi seorang ibu hamil di wilayah Manggarai Timur.

Ibu hamil ini terjebak di bawah reruntuhan akibat gempa susulan. Evakuasi berlangsung dengan tantangan, karena tim harus melewati Jembatan Maki yang retak dan sebagian runtuh akibat dampak gempa. Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara.

“Berkat kerja sama relawan dan warga sekitar, evakuasi berjalan lancar,” ujar perwakilan tim SAR setempat.

Setelah dievakuasi, ibu hamil tersebut dibawa ke Posko Kesehatan Damer untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit akibat jembatan yang terputus, semangat relawan untuk menyelamatkan warga tetap tinggi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button