PRABOWO: SAYA TANGGUNG JAWAB JIKA BANGSA INI LAPAR!

Jakarta, Maret.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat fondasi sebuah negara. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan beroperasinya 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Komitmen terhadap Ketahanan Pangan
“Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat. Saya yang disumpah. Saya bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Tidak akan ada orang lain yang akan dihujat,” ujar Prabowo. Pernyataan ini tidak hanya mencerminkan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah yang dihadapi oleh masyarakat, terutama dalam sektor pertanian dan pangan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan ekonomi yang sering dihadapi oleh masyarakat desa. Masalah seperti tengkulak yang merugikan petani, kurangnya fasilitas penyimpanan hasil pertanian, serta akses pembiayaan yang terbatas, dapat teratasi melalui inisiatif ini.
Pembangunan Koperasi di Seluruh Indonesia
Dari total 1.061 gerai KDKMP yang telah dioperasikan, sebanyak 530 berada di Jawa Timur dan 531 di Jawa Tengah. Proyek ini merupakan bagian dari upaya besar untuk membangun hingga 80.000 gerai KDKMP di seluruh Indonesia. Koperasi ini akan berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi desa, termasuk penyediaan sistem logistik, distribusi barang subsidi dan nonsubsidi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita perlu menunjukkan bahwa ini adalah prestasi bangsa Indonesia. Sudah terlalu lama kita dianggap remeh oleh bangsa lain,” tegas Prabowo. Ia menginginkan agar masyarakat tidak merasa inferior dan mampu melihat potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara kaya dan besar.
Pentingnya Ketersediaan Pangan dalam Pertahanan Nasional
Empati yang mendalam terhadap masalah ketahanan pangan juga berakar dari pengalaman Prabowo sebagai mantan tentara. “Kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang,” ucapnya. Pernyataan tersebut menandakan bahwa keamanan dan ketersediaan pangan harus menjadi perhatian utama dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Sebagai mantan Panglima TNI, Prabowo menyadari risiko yang muncul jika ketahanan pangan tidak diperkuat. Dalam era global saat ini, tantangan terhadap ketahanan pangan semakin kompleks, terutama dengan adanya krisis yang terjadi di beberapa negara.
Dalam konteks ini, KDKMP diharapkan tidak hanya memberikan solusi ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Prabowo optimis bahwa Indonesia dapat mengatasi tantangan ini dan menjadi bangsa yang lebih tangguh.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal ketersediaan pangan yang berkualitas. Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang baik bagi bangsa.





