Fluktuasi Hotspot Karhutla Kalsel Naik Jadi 44 Titik

Jakarta, Maret.id — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan tinjauan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Dalam peninjauannya, Menhut menjelaskan bahwa lokasi yang dikunjungi terletak di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung.
Diperkirakan area yang terbakar mencapai sekitar 36 hektare. Ia menekankan bahwa karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.
“Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atas tapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi,” ucap Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.
Ia juga mengklaim bahwa kondisi titik panas (hot spot) di Kalimantan Selatan sempat mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan (sipongi), jumlah hotspot pada 21 Agustus mencapai 157 titik, lalu turun menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus pukul 21.00 WIB.
Namun, menurut pemantauan pagi ini, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik. “Dari 157 turun menjadi 11, hari ini 44,” kata Menhut.
Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
Penurunan hotspot sebelumnya tidak terlepas dari operasi gabungan yang melibatkan pasukan darat dan dukungan operasi udara.
Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta BNPB dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dalam operasi water bombing, sebanyak 176 kali pengeboman dilakukan dalam satu hari.





