Gempa NTT: Kemendagri Terbitkan 358 Dokumen untuk Warga Terdampak

Jakarta, Maret.id — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan 358 dokumen administrasi kependudukan bagi warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dokumen-dokumen ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri melalui layanan jemput bola. Pelayanan ini ditujukan untuk meringankan beban warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang melanda NTT.
Berdasarkan rekapitulasi hingga pukul 18.39 WITA, sebanyak 358 dokumen telah diterbitkan pada hari pertama pelayanan di Manggarai Barat. Dokumen yang dirilis meliputi perekaman KTP elektronik (KTP-el) untuk 36 orang dan pencetakan KTP-el sebanyak 94 keping.
Petugas juga mencetak 174 lembar kartu keluarga (KK), lima kartu identitas anak (KIA), dan melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk 13 pemohon. Selain itu, 12 dokumen surat pindah datang, 18 akta kelahiran, empat akta kematian, dan dua akta perkawinan juga diterbitkan.
Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri, Hani Syopiar Rustam, menegaskan bahwa pelayanan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. “Dukcapil hadir untuk memastikan warga yang kehilangan atau mendapati dokumen kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya,” ujar Hani.
Pelayanan penggantian dokumen bagi warga terdampak bencana diberikan secara cepat dan gratis. Kemendagri memastikan bahwa pelayanan tersebut akan diperluas ke lokasi pengungsian dan wilayah terdampak lainnya.
Untuk mendukung layanan tersebut, Ditjen Dukcapil menyerahkan sejumlah bantuan sarana kepada Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Barat. Bantuan tersebut mencakup 4.000 keping blangko KTP-el, perangkat internet Starlink, SIM card, serta perlengkapan cetak lainnya.





