Nasional

HARGA LPG 3 KG TIDAK AKAN NAIK, WALAU RUPIAH MELEMAH!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa harga LPG bersubsidi 3 kilogram tidak akan mengalami perubahan meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam konferensi pers di Jakarta.

Stabilnya Harga LPG hingga Akhir Tahun 2026

Laode Sulaeman menyatakan bahwa harga LPG subsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. “Belum ada perubahan, harga LPG subsidi tetap, tidak ada kenaikan,” kata Laode sambil menambahkan bahwa pernyataan ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Dalam konteks ini, Menteri ESDM sebelumnya telah menyatakan bahwa harga LPG dan BBM bersubsidi tidak akan mengalami penyesuaian hingga penghujung tahun 2026. “Kan sudah diumumkan Pak Menteri, sampai akhir tahun (tidak berubah),” lanjut Laode.

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Pada perdagangan Senin, 18 Juni 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah 33 poin atau 0,19 persen, mencapai Rp17.630 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang berada di Rp17.597 per dolar AS. Meski demikian, pemerintah tetap optimis bahwa kebijakan harga energi bersubsidi tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar tersebut.

Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa meskipun ada tekanan dari pelemahan kurs, mekanisme impor LPG dan minyak tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang ada. Pemerintah meyakini bahwa situasi ini tidak akan mempengaruhi stabilitas harga energi dalam waktu dekat.

Dukungan dari Pertamina

Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram aman dan siap menghadapi penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan LPG bagi masyarakat dan mendorong kepastian harga di pasar.

Dengan keputusan ini, pemerintah ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa mereka tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga LPG dalam waktu yang akan datang. Kementerian ESDM berharap langkah preventif ini dapat membantu menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pernyataan resmi ini disambut positif oleh masyarakat, khususnya yang bergantung pada energi subsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Kementerian ESDM juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas harga energi ke depan.

Dengan demikian, pemerintah memastikan bahwa kebijakan harga energi bersubsidi, terutama LPG 3 kilogram, tetap berlanjut sesuai dengan komitmen untuk melindungi masyarakat dari fluktuasi harga yang tidak terkendali.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button