Nasional

Pertamina Terapkan Inline Blending Modern untuk Kualitas B50 di 120 Terminal BBM

Jakarta, Maret.id — Pertamina Patra Niaga melanjutkan komitmennya untuk memastikan kesiapan infrastruktur blending dan distribusi B50. Upaya ini mendukung program pemerintah guna menggantikan bahan bakar fosil dengan energi terbarukan.

Biodiesel B50 merupakan inisiatif yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahan bakar ini terdiri dari 50% minyak kelapa sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dan 50% solar fosil. Pertamina telah memulai distribusi B50 secara bertahap sejak 1 Juli 2026.

Hari Purnomo, Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan infrastruktur serta pengendalian mutu produk. “Kami menjaga keandalan pasokan energi untuk masyarakat,” ucap Hari.

Pertamina berperan aktif dalam proses blending, penyimpanan, hingga distribusi B50. Pada tahap awal, FAME diterima dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) melalui tiga metode transportasi. Metode tersebut meliputi kapal laut, truk tangki, dan pipa terminal Pertamina yang berlokasi dekat dengan BUBBN.

Setelah menerima FAME, material tersebut disimpan di tangki penyimpanan sebelum memasuki tahap pencampuran. Proses blending dilakukan dengan dua metode, yaitu sequential blending dan inline blending. Dalam metode sequential blending, volume FAME dan solar diatur secara terpisah.

Di sisi lain, inline blending terjadi saat FAME dan solar mengalir melalui sistem perpipaan secara bersamaan. “Ada blending di tangki untuk menghasilkan produk biosolar B50 dan ada juga mixing di dalam pipa,” jelas Hari.

Infrastruktur New Gantry System kini tersedia di 11 lokasi di seluruh Indonesia untuk memfasilitasi pengisian B50 ke kendaraan. Kesiapan ini adalah bagian dari upaya Pertamina untuk mendukung distribusi B50 hingga ke masyarakat.

Pada periode 1 Juli hingga 20 Agustus 2026, rata-rata penyaluran B50 mencapai 73 ribu kiloliter per hari. Implementasi ini mencakup 120 terminal BBM di seluruh Indonesia hingga 19 Agustus 2026. Pertamina terus memantau pola suplai dan distribusi B50, yang menjadi tantangan mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button