MPR RI Desak Prabowo Segera Lobi Donald Trump untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), M. Hidayat Nur Wahid, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melobi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, guna membebaskan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh Israel. Dalam pernyataannya, Hidayat Nur Wahid menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam situasi kritis yang dihadapi oleh warga negaranya di luar negeri.
Momentum yang Dibutuhkan
Hidayat menyampaikan bahwa kedekatan Presiden Prabowo dengan pemimpin Amerika dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendesak pihak Amerika membantu pembebasan para aktivis kemanusiaan yang ditahan oleh Israel. “Israel hanya mendengar dari pihak yang tepat. Ini adalah kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk menyuarakan kepentingan warganya,” ujarnya di Kompleks Parlemen, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini percaya bahwa saat ini adalah waktu yang baik bagi pemerintah untuk membuktikan komitmennya terhadap bantuan kemanusiaan, terutama berkenaan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang sering diacu sebagai Board of Peace (BoP). “Kini saatnya untuk membuktikan bahwa BoP itu memang untuk menghadirkan perdamaian dan bantuan kemanusiaan,” tegasnya.
Tanpa Hubungan Diplomatik Bukan Halangan
Dalam pernyataannya, Hidayat Nur Wahid juga menegaskan bahwa ketiadaan hubungan diplomatik formal tidak seharusnya menjadi hambatan bagi negara untuk melindungi warganya. “Memang benar, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, itu tidak berarti kita berdiam diri ketika warganya terancam,” ungkapnya.
Dia mencontohkan kasus Malaysia yang, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, mampu memulangkan warganya yang ditangkap dalam situasi serupa. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, berhasil melakukan negosiasi efektif melalui saluran internasional tanpa harus mengorbankan prinsip negara.
Peluang Diplomasi Indonesia
Hidayat menegaskan bahwa Indonesia harus membangun pola diplomasi yang dapat membantu warganya, mirip dengan pendekatan yang dilakukan oleh Malaysia. “Kita tidak perlu berhubungan langsung dengan Israel untuk menyelamatkan warga negara yang terancam. Kita memiliki kekuatan untuk melakukan negosiasi secara internasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menggunakan kearifan diplomasi guna mencapai kebebasan bagi warganya yang saat ini terjebak dalam situasi berbahaya. Melalui pernyataan tersebut, Hidayat berharap adanya kesadaran dan tindakan nyata dari pemerintahan untuk memberikan perlindungan kepada semua WNI di luar negeri, khususnya dalam situasi yang genting.
Pernyataan ini menjadi sorotan publik mengingat kompleksitas situasi geopolitik yang melibatkan Israel dan isu-isu kemanusiaan global. Masyarakat Indonesia mengharapkan agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi dan menyelamatkan warganya yang berada dalam bahaya.





