Densus 88 AT Polri Gelar Rakernis: Waspada Ekstremisme Digital pada Anak dan Remaja!

Jakarta, Maret.id — Densus 88 Antiteror Polri telah menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pada 18 hingga 20 Mei 2026. Dalam pertemuan ini, fokus utama adalah membahas ancaman ekstremisme berbasis digital yang menyasar anak-anak dan remaja melalui berbagai platform online.
Peningkatan Ancaman Radikalisme Digital
Dalam Rakernis yang dihadiri oleh sekitar 670 peserta dari berbagai elemen kepolisian dan pemangku kepentingan, Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana menyampaikan bahwa radikalisasi kini telah bergeser ke arah penggunaan media sosial dan game online sebagai alat perekrutan. Menurutnya, pola ekstremisme saat ini mengalami perubahan signifikan dan tidak lagi berjalan melalui ideologi konvensional semata.
Kombes Pol Mayndra menjelaskan, “Fenomena ekstremisme saat ini berkembang ke non-coherent extremism dan nihilistic violent extremism. Media sosial hingga game online dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen.” Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2026, terdapat 132 anak di beberapa provinsi yang terpapar radikalisme, sementara 115 anak telah mendapatkan intervensi dari pemerintah daerah terkait dengan paham kekerasan.
Pentingnya Literasi Digital
Forum Rakernis ini juga menjadi momen penting untuk membahas penguatan literasi digital dan deteksi dini terhadap potensi radikalisasi dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membuka acara tersebut menekankan, “Densus 88 perlu memperkuat kemampuan intelijen, baik berbasis teknologi maupun intelijen manusia, untuk menghadapi ancaman di ruang siber.”
Selama pembukaan Rakernis, Kapolri juga meninjau Milestone Wall yang menggambarkan sejarah penanggulangan terorisme di Indonesia sejak tahun 1949. Materi yang dipaparkan mencakup perkembangan jaringan teror serta capaian ‘zero terrorist attack’ yang berhasil dipertahankan selama periode 2023 hingga 2025.
Penghargaan untuk Kontribusi dalam Pencegahan Terorisme
Seiring dengan pembahasan strategi penanggulangan, Kapolri juga memberikan penghargaan kepada 12 tokoh dan mitra internasional yang telah berkontribusi dalam usaha pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia. Penghargaan ini menghargai peran serta kerjasama yang telah terjalin demi memastikan keamanan nasional.
Rakernis Densus 88 menjadi gerbang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan radikalisasi yang kian marak di kalangan anak muda. Kapolri berharap, kolaborasi ini dapat mengurangi paparan radikalisme dan meningkatkan ketahanan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pengaruh negatif dari ekstremisme digital.



