TRANSISI ENERGI DUNIA: GAS SIAP GANTIKAN BATU BARA!

Jakarta, Maret.id — Gas alam diharapkan menjadi alternatif yang potensial untuk menggantikan batu bara sebagai sumber transisi energi yang rendah emisi. Hal tersebut disampaikan oleh para pemimpin industri energi dalam sebuah forum diskusi mengenai masa depan sumber daya energi dunia.
Prediksi Peralihan Energi di Indonesia
Direktur Utama Medco Energi, Roberto Lorato, mengungkapkan bahwa gas dapat digunakan untuk menggantikan batu bara, sambil mendukung kestabilan energi terbarukan yang sifatnya intermiten. Ia menjelaskan bahwa permintaan listrik di pasar Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih cepat, sehingga transisi energi yang optimal dapat didukung oleh keberadaan gas.
Roberto juga mengisyaratkan bahwa transisi energi di Indonesia dan sebagian besar kawasan Asia akan bergantung pada kombinasi antara gas dan sumber energi terbarukan. “Kita tidak seharusnya memilih pendekatan yang ekstrem, tetapi memadukan keduanya secara harmonis,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya meningkatkan investasi di sektor hulu migas untuk memperkuat infrastruktur energi yang ada.
Pentingnya Gas dalam Bauran Energi Global
Dalam sesi Global Executive Talk di IPA Convention and Exhibition 2026, CEO Mubadala Energi, Mansoor Mohamed Al Hamed, menyatakan bahwa fundamental transisi energi tetap relevan dengan memanfaatkan gas yang memiliki emisi lebih rendah. Ia menjelaskan, kendati harus mengurangi emisi dan memperluas penggunaan energi terbarukan, gas tetap berfungsi sebagai bahan bakar transisi yang andal dan penting dalam bauran energi.
Mansoor menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat, gas akan memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan energi. Dengan komitmen Mubadala Energi untuk mempercepat pengembangan proyek gas di Laut Andaman, ia percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi permintaan energi di masa depan. “Posisi geografis yang strategis dan sumber daya laut dalam memberikan peluang yang luar biasa bagi Indonesia,” tambahnya.
Peluang dan Tantangan di Sektor Energi Nonkonvensional
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mencatat bahwa meskipun era energi yang mudah telah berlalu, peluang bagi Indonesia masih terbuka lebar. Menurutnya, salah satu aset berharga yang dapat segera dimanfaatkan adalah sumber daya energi nonkonvensional, namun untuk dapat memonetisasinya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan.
Oki mencontokan bahwa Indonesia baru saja menemukan sekitar 11 miliar barel ‘oil in place’ untuk sumber daya nonkonvensional. Ia menjelaskan bahwa tantangan saat ini adalah melakukan advokasi kepada pemerintah agar dapat menyediakan dukungan fiskal yang cukup untuk mendukung pengembangan tersebut.
Meskipun ada kekhawatiran mengenai kemunduran agenda transisi energi, berbagai negara masih berkomitmen untuk melanjutkan programnya. Berdasarkan laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA), permintaan gas diprediksi akan tetap tinggi, dan pasar gas alam global kemungkinan akan tetap ketat selama dua tahun ke depan.
Pada tahun lalu, IEA memprediksi pasokan energi akan meningkat sebesar tujuh persen pada tahun 2026, berkat sejumlah proyek baru yang mulai beroperasi dan pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil di tengah tantangan yang ada. Dinamika ini menunjukkan bahwa gas alam akan tetap menjadi komponen penting dalam bauran energi global di masa mendatang.



