MUI: PENTING! Keberhasilan Pembebasan WNI Berkat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat!

Jakarta, Maret.id — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan relawan kemanusiaan di Palestina bukanlah hasil dari tekanan Board of Peace (BoP), melainkan buah dari kolaborasi diplomasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan organisasi kemanusiaan. Hal ini diungkapkan dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kolaborasi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Sudarnoto menggarisbawahi pentingnya upaya bersama dalam pembebasan WNI tersebut. Ia menyatakan, “Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BoP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasi dan masyarakat.” Berbagai organisasi masyarakat juga aktif dalam mengawal proses pembebasan dengan memberikan dukungan moral dan kemanusiaan internasional.
Ia juga memberikan apresiasi kepada peran media yang telah berkontribusi dalam memberikan informasi mengenai kondisi para aktivis kemanusiaan selama ditahan oleh tentara Israel. Menurutnya, pemberitaan media berperan penting dalam meningkatkan perhatian publik terhadap nasib WNI yang terlibat.
Peran Media dan Ulama
“Peran para tokoh bangsa dan ulama juga penting dengan caranya masing-masing. Suara moral mereka ikut mempengaruhi pembebasan WNI,” tegas Sudarnoto. Pembebasan ini, menurutnya, menunjukkan bahwa perjuangan bersama, meskipun di tengah situasi sulit, tetap dapat menghasilkan perubahan yang signifikan.
Sudarnoto berharap dukungan internasional terhadap Palestina terus bertambah dan berfokus pada langkah-langkah damai yang bermartabat. Ia menambahkan, “Kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Israel diberikan sanksi internasional adalah kebersamaan dan kesungguhan.”
Kecaman terhadap Perlakuan Israel
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, sebelumnya mengumumkan bahwa kesembilan WNI tersebut telah tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026 malam. Kedatangan mereka merupakan bagian dari proses pemulangan setelah ditahan oleh militer Israel. Sugiono juga mengecam keras tindakan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang dialami para WNI selama masa penahanan.
Menurut Sugiono, tindakan tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal yang harus dihormati oleh semua pihak. Ia menyerukan penghormatan terhadap hak-hak sipil dan keselamatan bagi relawan kemanusiaan yang sedang menjalankan misi di wilayah konflik. “Pemerintah memastikan akan terus memberikan pendampingan dan pelindungan kepada seluruh WNI hingga seluruh proses pemulangan selesai dilakukan,” ujar Sugiono.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan dukungan masyarakat, diharapkan situasi bagi WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan di masa depan akan semakin membaik. Sebagai negara dengan komitmen kuat terhadap kemanusiaan, Indonesia menunjukkan peran aktifnya dalam diplomasi internasional, di mana suara dan tindakan bersama dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat di seluruh dunia.



