Gary Neville Hancurkan Tottenham, Sebut Musim Ini Sangat Memalukan!

Jakarta, Maret.id — Gary Neville, mantan kapten Manchester United, melontarkan kritik pedas terhadap performa Tottenham Hotspur di pentas Premier League. Meski tim asal London Utara tersebut berhasil menutup musim dengan kemenangan 1-0 atas Everton, kemenangan tersebut tak cukup menutupi fakta bahwa mereka hanya lolos dari jurang degradasi dengan selisih dua poin. Dalam pandangan Neville, penampilan Tottenham sepanjang musim ini adalah cerminan kegagalan yang memalukan dan jauh dari ekspektasi.
Neville Menyuarakan Kekhawatiran Terhadap Spurs
Kendati Tottenham berhasil bertahan di liga, itu tidak membuat mereka terhindar dari penilaian keras. Neville menegaskan bahwa tim dengan tradisi sebesar Tottenham seharusnya merasa malu atas performa mereka yang mengecewakan. “Apakah terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka sangat menyedihkan? Bahwa mereka seharusnya malu pada diri sendiri? Mungkin tidak,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports.
Neville mencatat bahwa meskipun Spurs berhasil meraih trofi Liga Europa setahun lalu, hasil buruk di liga domestik selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa klub ini mengalami penurunan yang signifikan. “Ini adalah level kegagalan yang berbeda dan mencapai titik terendah baru,” tambahnya.
Kritik Terhadap Budaya Ruang Ganti
Pernyataan Neville tidak hanya tertuju pada hasil di lapangan. Ia menyoroti budaya di ruang ganti yang dianggapnya tidak sehat. Menurutnya, banyak pemain tidak layak mengenakan seragam kebanggaan klub. “Bagi para penggemar, kemenangan itu nyata. Namun bagi sebagian pemain, sepertinya mereka tidak ingin berjuang untuk tim ini,” tegasnya.
Neville juga menyinggung moto klub “Berani Berarti Melakukan”, menilai bahwa tindakan di lapangan jauh lebih berarti daripada kata-kata. “Apakah para pemain ini berani bertindak? Saya rasa tidak,” ucapnya, mencerminkan frustrasi yang mendalam terhadap timnya.
Kritik kepada Manajemen dan Direksi Klub
Dalam serangan kritiknya, Neville juga menyentuh jajaran direksi dan manajemen klub yang dinilainya cacat dalam pengambilan keputusan. Keterasingan di antara pemilik klub dan penggemar semakin terlihat jelas, terutama dalam kasus pergantian manajer yang kacau. “Mereka telah kehilangan kepercayaan para pendukung akibat pengambilan keputusan yang tidak konsisten,” ungkap Neville.
Bahkan, ia mengklaim bahwa ketidakpastian mengenai masa depan klub telah menciptakan suasana negatif yang mempengaruhi performa di lapangan. “Musim yang benar-benar naik-turun. Para pemilik telah kehilangan banyak kredibilitas dan kepercayaan,” tuturnya.
Dalam situasi genting ini, pelatih Roberto De Zerbi mengambil alih tugas untuk merombak skuad yang dilihatnya tidak kompetitif. Neville berpendapat bahwa De Zerbi harus berani mengambil tindakan tegas di bursa transfer untuk membentuk tim yang lebih solid. “Tidak memenangkan satu pertandingan pun di sini (di kandang) sejak Natal benar-benar mengejutkan bagi sekelompok pemain yang telah direkrut dengan biaya mahal,” ujarnya, menegaskan bahwa proses evaluasi menyeluruh di klub tersebut harus segera dimulai.
Dengan tantangan besar di depan mata, Tottenham Hotspur berada pada titik kritis. Jika mereka ingin kembali menemukan jalur kemenangan dan prestasi, langkah berani dan konsekuen adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis yang melanda.





