Mantan Pelatih Real Madrid Soroti Perlakuan Tidak Pantas kepada Kylian Mbappé Sebagai Yang Terbaik di Dunia!

Jakarta, Maret.id — Mantan kepala pelatih Real Madrid, Jorge Valdano, menjadi suara penting di tengah kritik tajam terhadap Kylian Mbappé. Dalam pandangannya, menyerang sang penyerang asal Prancis sudah berada pada level yang tidak adil, terutama sejak kepindahannya ke Santiago Bernabéu. Valdano menegaskan, kualitas Mbappé sebagai salah satu pemain terbaik dunia tidak dapat dipandang sebelah mata.
Mbappé tetap menjadi yang terbaik di dunia
Seiring dengan transisi kariernya di Real Madrid, Mbappé menjadi subyek perhatian yang intens. Valdano, yang sering disorot sebagai sosok otoritatif di dunia sepakbola, tidak ragu untuk membela rekam jejak Mbappé. Dalam wawancara dengan Movistar, ia mengatakan, “Dia telah memenangkan Piala Dunia dan menjadi runner-up di turnamen lainnya, mencetak tiga gol di final. Kita tidak sedang membicarakan seorang penipu; kita sedang membicarakan mungkin pemain terbaik di dunia saat ini.” Ini menunjukkan penegasan Valdano terhadap karakter dan prestasi Mbappé yang patut dicontoh.
Membela pria asal Prancis itu dari hinaan
Kritik terhadap Mbappé semakin meningkat sejalan dengan keberhasilan Paris Saint-Germain meraih kemenangan di Liga Champions tanpa kehadirannya. Dalam saat yang sama, Real Madrid mengalami ketidakstabilan. Valdano menyuarakan keprihatinan bahwa Mbappé terlalu banyak mendapatkan beban di pundaknya untuk masalah kolektif tim, serta perbandingan nasib yang mencolok antara klub lamanya dan yang baru.
Ia berkomentar, “Menyalahkan pria ini—yang merupakan pencetak gol terbanyak di liga—atas segala hal baik yang terjadi pada Paris Saint-Germain dan segala hal buruk yang menimpa Real Madrid adalah bentuk perlakuan yang tidak adil.” Sikap pembelaan Valdano menjelaskan bagaimana dinamika tekanan publik terhadap performer puncak yang sering kali tidak beralasan.
Dukungan Madrid yang tak henti-hentinya terhadap Mbappé
Florentino Pérez, Presiden Real Madrid, juga menyampaikan dukungannya terhadap Mbappé. Dalam situasi yang penuh gejolak, Pérez menyebut Mbappé sebagai “pemain terbaik” mereka. Meski musim ini tidak berjalan sesuai harapan dengan kegagalan meraih gelar bergengsi, Presiden Los Blancos itu mengalihkan fokus pada jadwal pertandingan yang padat.
Dalam sebuah pernyataan kepada La Sexta, Pérez mempertegas, “Kylian adalah pemain terbaik Madrid saat ini,” menggarisbawahi komitmennya kepada pemain bintang meski hasil di lapangan tidak memuaskan. Ini mencerminkan betapa bersatunya klub dalam mendukung individu yang mereka anggap sebagai aset berharga di masa depan mereka.
Tetap bersinar di tengah kekeringan gelar
Meski Real Madrid gagal meraih trofi pada musim 2025-2026, prestasi individu Mbappé tetap bersinar. Ia berhasil meraih gelar Pichichi dengan mencetak gol dalam kemenangan 4-2 timnya atas Athletic Club pada laga penutup musim. Dengan 25 gol sepanjang liga, penyerang asal Prancis itu menjadi pencetak gol terbanyak, mengungguli Vedat Muriqi dari Mallorca yang menyelesaikan musim dengan 23 gol.
Lebih dari sekedar angka, Mbappé juga mencatatkan dirinya sebagai yang terdepan dalam jumlah tembakan terbanyak di La Liga dengan 63 kali. Ini menegaskan pengaruh yang dimilikinya dalam serangan Madrid sepanjang musim, menjadikannya pemain pertama sejak Cristiano Ronaldo pada dua musim berturut-turut yang meraih penghargaan tersebut. Dengan segala pencapaiannya, Mbappé semakin mengukuhkan posisinya di benak banyak penggemar dan pengamat sepakbola sebagai bintang yang tak hanya berkontribusi dalam permainan, namun juga menjadi simbol harapan dan aspirasi bagi Real Madrid di masa depan.





