Dévy Rigaux Tantang Feyenoord Raih Kesuksesan Gemilang di Eropa!

Jakarta, Maret.id — Dalam upaya untuk membawa Feyenoord ke era baru, Direktur Teknik D évy Rigaux menegaskan visinya yang ambisius dalam sebuah podcast dengan program Play Sports. Rigaux, yang berasal dari Belgia, akan mulai menjabat pada 1 Juni, bergandeng tangan dengan Direktur Umum Robert Eenhoorn untuk menerapkan pendekatan berbasis data yang diinginkan.
Inovasi Melalui Pendekatan Data
Rigaux dan Eenhoorn telah melakukan diskusi mendalam mengenai implementasi metode “Moneyball”, sebuah strategi yang telah terbukti bermanfaat di klub bisbol Oakland Athletics. Rigaux menyatakan, “Robert telah menjelaskan dalam percakapan bagaimana ia menerapkan Moneyball di AZ dan bagaimana kita dapat melakukannya di Feyenoord.” Penekanan pada penggunaan statistik secara cerdas diharapkan dapat mengurangi kesenjangan finansial dengan klub-klub yang lebih kaya.
Legacy dari Moneyball ke Sepak Bola
Prinsip Moneyball menjadi sorotan melalui kisah kesuksesan Billy Beane di dunia bisbol, di mana ia mampu mencapai prestasi luar biasa meski dengan sumber daya yang terbatas. Eenhoorn, yang memiliki kedekatan pribadi dengan Beane, berperan kunci dalam mengadaptasi pola pikir tersebut di AZ, menggunakan analisis data untuk mengawasi pemain dan merumuskan kebijakan transfer yang lebih efisien.
Pentingnya Hubungan Pribadi dalam Transfer Pemain
Meskipun Rigaux mengakui pentingnya data, ia menegaskan bahwa faktor manusia tidak bisa diabaikan. “Transfer tidak dilakukan hanya berdasarkan menonton video, menjalin koneksi, dan berkirim pesan WhatsApp,” tuturnya. Menurut Rigaux, pemahaman terhadap karakter seorang pemain di lingkungan yang nyaman sangat menentukan suksesnya sebuah transfer.
Dia menambahkan, “Saya memperhatikan cara dia berbicara tentang klubnya saat ini, masa depannya, serta kesalahan dan kesuksesannya.” Pendekatan ini menunjukkan bahwa data dan analisis harus diimbangi dengan interaksi manusia yang mendalam, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi seorang pemain.
Rigaux memaparkan bahwa menjalin hubungan pribadi dengan pemain menjadi kunci dalam pengambilan keputusan yang strategis. Ia memiliki jaringan kontak yang dapat diandalkan, yang memungkinkan akses terhadap informasi akurat dari berbagai negara. “Jika Anda dapat menggabungkan semua informasi itu, maka Anda dapat mengambil keputusan yang tepat,” ungkapnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Feyenoord berharap bisa memanfaatkan strategi inovatif ini untuk memperkuat skuad dan menghadapi kompetisi yang semakin ketat di pentas Eropa. Keberhasilan Rigaux dan Eenhoorn dalam mengimplementasikan pendekatan berbasis data ini akan sangat menentukan dalam perjalanan klub mengais sukses yang lebih besar.





