Olahraga

Oranje Tantang Swedia: Keberanian Teruji Pasca Kualifikasi Buruk!

Jakarta, Maret.id — Menyongsong Piala Dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, tim nasional Belanda, Oranje, harus menghadapi tantangan berat dalam grup yang mencakup Jepang, Tunisia, dan Swedia. Skuad besutan pelatih Ronald Koeman ini bertekad untuk meraih gelar juara dunia, tetapi harus melewati rintangan yang tidak mudah, termasuk pertemuan dengan FIFA Piala Dunia 2018 yang bersejarah melawan Swedia.

Tim Belanda telah menjalin 25 pertemuan melawan Swedia, dengan catatan 11 kemenangan, 8 kekalahan, dan 6 hasil imbang. Dua pertemuan terakhir terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 2018 di Rusia, di mana Oranje bermain imbang 1-1 pada laga pertama, diikuti dengan kekalahan yang menyakitkan pada laga terakhir, mengakibatkan kegagalan mereka untuk maju ke putaran final. Sejarah tersebut menambah bobot emosional pertemuan mendatang pada 20 Juni di Houston.

Kualifikasi yang Dramatis

Sebelum menuju turnamen akbar ini, Swedia mencatat perjalanan kualifikasi yang luar biasa. Meski dikelompokkan bersama Swiss, Kosovo, dan Slovenia, mereka terjebak di dasar klasemen tanpa kemenangan, dan diprediksi akan melewatkan Piala Dunia kedua berturut-turut. Namun, performa gemilang di Nations League sebagai juara Grup C1 memberi mereka kesempatan untuk berpartisipasi di babak play-off.

Di babak play-off, Swedia berhasil menggagalkan Ukraina dengan skor 1-3, sebelum memukau dengan mengalahkan Polandia di final. Penyerang Arsenal, Viktor Gyökeres, menjadi pahlawan, mencetak gol penentu yang memastikan kelolosan timnya ke Piala Dunia, sebuah pencapaian yang terkesan spektakuler setelah perjalanan kualifikasi yang menantang.

Harapan yang Rendah, Tapi Berpotensi

Meskipun lolos ke Piala Dunia, harapan publik Swedia terhadap tim asuhan Graham Potter tidak tinggi. Dalam pandangan Frida Fagerlund, jurnalis dari Sportbladet dan Viaplay, ekspektasi yang rendah justru bisa menjadi keuntungan. “Fakta bahwa mereka bisa ikut serta di Piala Dunia saja sudah merupakan bonus. Tak ada yang menyangka hal itu akan terjadi,” ungkapnya.

Fagerlund bahkan membandingkan situasi ini dengan Denmark pada tahun 1992, ketika mereka tiba-tiba bisa ikut serta di Piala Eropa dan pada akhirnya malah menjadi juara. “Ini sedikit mirip dengan Denmark saat itu,” katanya, merujuk pada potensi Swedia untuk tampil mengejutkan dalam kompetisi mendatang.

Evaluasi Skuad dan Keberanian Pemilihan

Skuad tim nasional Swedia yang diumumkan Potter tidak mendapat seluruh dukungan di dalam negeri. Mantan penyerang Feyenoord, John Guidetti, mengecam pilihan beberapa pemain yang dianggapnya “pengecut.” Kritikan ini mengarah pada tidak dipanggilnya bintang-bintang muda seperti Hugo Larsson dari Eintracht Frankfurt dan Roony Bardghji dari FC Barcelona.

Dalam konteks kekuatan tim, bintang seperti Gyökeres dan Alexander Isak menjadi sorotan utama. Isak, yang pindah ke Liverpool dengan nilai transfer yang sangat tinggi, memiliki reputasi tinggi meski mengalami kendala cedera. Dengan dukungan pemain-pemain seperti Yasin Ayari dari Brighton, Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur, dan pengalaman Victor Lindelöf, Swedia memiliki potensi untuk memberikan perlawanan yang serius.

Dalam hal kelemahan, ketidakberdayaan di lini belakang menjadi titik lemah, di mana Swedia kekurangan bek tengah yang solid. Dengan skenario ini, laga melawan Belanda menjadi sangat krusial, mengingat Oranje merupakan favorit di grup ini.

Taktik Pertahanan yang Dikenakan

Swedia menunjukkan bahwa mereka datang dengan pendekatan defensif yang sangat konsisten, tercermin dalam formasi 3-5-2 yang diterapkan Potter. Dalam serangkaian pertandingan terakhir, mereka mengandalkan serangan balik yang cepat dan mengandalkan kualitas individu dari pemainnya untuk menciptakan peluang.

Dalam proses menyerang, Potter sering menggunakan umpan panjang untuk merebut ruang di atas lapangan, dengan Gyökeres sebagai target utama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka dikenal dengan gaya bermain yang lebih defensif, Swedia tetap berupaya menerjemahkan pertahanan menjadi serangan yang lethal—sebuah kombinasi yang harus diperhatikan oleh Belanda menjelang pertemuan di Houston mendatang.

Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, Belgia dipandang sebagai lawan yang sangat patut diwaspadai. Mereka harus melangkah dengan hati-hati dan memanfaatkan setiap peluang yang ada—karena dalam sepak bola, kesempatan kecil pun bisa berarti besar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button