Dembélé Tantang Kane sebagai Calon Utama Ballon dOr 2026, Rice Merana Setelah Final Liga Champions!

Jakarta, Maret.id — Memasuki musim sepakbola 2025-2026, persaingan untuk meraih Ballon d’Or semakin memanas, terutama setelah duopoli Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tampaknya mulai memudar. Ousmane Dembélé, yang berhasil bangkit dari cedera dan performa yang tidak konsisten untuk memenangkan Golden Ball pada tahun lalu, kini kembali menjadi salah satu dari banyak calon pesaing yang diharapkan dapat menambah koleksi trofinya.
Dominasi Liga Champions dalam Perebutan Ballon d’Or
Dembélé memainkan peran krusial dalam kesuksesan Paris Saint-Germain (PSG) saat mereka meraih gelar Liga Champions pertamanya, dan perannya yang vital di lapangan menjadikannya kandidat kuat dalam perlombaan Ballon d’Or tahun ini. Di sisi lain, Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dan Piala Afrika juga menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang akan membawa pulang trofi bergengsi ini.
Persaingan di level klub menggeliat dengan banyaknya pemain berbakat dari berbagai liga Eropa yang menunjukkan performa mengesankan. Sebut saja Pedri dari Barcelona, yang meskipun mengalami cedera tetap menjadi salah satu gelandang terbaik di La Liga. Pedri menyumbang empat gol dan 12 assist, serta membawa Barcelona meraih dua trofi bergengsi—La Liga dan Supercopa de España—meskipun harapannya untuk meraih Ballon d’Or tahun ini tampaknya memudar setelah musim yang tidak konsisten.
Peluang Bintang Muda dan Legenda Berpengalaman
Di kubu Arsenal, Bukayo Saka juga menjadi sorotan dengan 13 gol dan 10 assist, berkontribusi besar dalam kemenangan The Gunners di Liga Premier. Performa stabilnya menjadikannya salah satu pilar penting tim nasional Inggris menjelang Piala Dunia. Sementara itu, Vinicius Jr. dari Real Madrid, yang menorehkan 23 gol dan 14 assist, harus berjuang untuk memperbaiki catatan buruknya di level internasional, terutama menjelang Piala Dunia.
Dari Bayern Munich, Harry Kane tampil memukau dengan mencetak 65 gol dan tujuh assist, berhasil mengangkat trofi Bundesliga, DFB-Pokal, dan DFL-Supercup. Kane menunjukkan bahwa dirinya layak mendapat tempat di jajaran elit sepakbola dunia setelah dibebaskan dari beban trofi yang sempat menjadi kritik pedas sepanjang karirnya.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Perebutan Ballon d’Or
Ketatnya persaingan tidak hanya didukung oleh performa individu, tetapi juga tim yang berhasil mengumpulkan penghargaan. Pemain seperti Achraf Hakimi yang berperan vital di PSG, serta Lamine Yamal dari Barcelona yang disebut-sebut sebagai calon kuat untuk merebut Ballon d’Or, menunjukkan bahwa segalanya mungkin terjadi hingga detik-detik terakhir sebelum upacara penghargaan pada 26 Oktober 2026 di London.
Dengan banyaknya drama dan kejutan yang terjadi dalam dunia sepakbola, harapan untuk melihat pemain terbaik melangkah ke podium Ballon d’Or menunjukkan betapa menariknya balapan ini. Dengan beberapa pemain yang akan berkompetisi di pentas Piala Dunia, tentunya akan mempengaruhi penilaian akhir dalam penghargaan terbesar ini. Dalam perburuan yang tidak kunjung usai ini, setiap gol, assist, dan penampilan gemilang akan sangat berarti bagi setiap kandidat.





