Olahraga

NOC Indonesia: Efisiensi Anggaran Jadi Kunci, Prestasi Atlet Butuh Waktu

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menekankan pentingnya penyelarasan visi dan dukungan nyata antar-stakeholder dalam upaya meningkatkan prestasi atlet nasional. Pernyataan itu disampaikan menyusul perdebatan terkait efisiensi anggaran olahraga yang diberikan pemerintah pusat.

Sinkronisasi stakeholder dan pembinaan berkelanjutan

Okto mengatakan prestasi olahraga tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses panjang pembinaan yang terstruktur dan konsisten. “Yang paling penting saat ini adalah menyelaraskan seluruh kepentingan stakeholder untuk tujuan utama, yakni mendorong prestasi olahraga Indonesia. Prestasi itu tidak bisa instan, ada proses panjang yang harus dijalani,” tegas Okto di Jakarta pada Sabtu, 6 Mei 2026.

Ia menyoroti masih adanya perbedaan pandangan mengenai peran olahraga dalam membangun ekosistem nasional, sehingga dukungan dari pemerintah, induk organisasi cabang olahraga, dan pemangku kepentingan lain harus berjalan selaras. Okto memberi contoh perjalanan atlet angkat besi seperti Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah yang mencapai level tertinggi setelah melewati tahapan pembinaan yang tepat. Menurutnya, jika proses pembinaan tidak diikuti, mustahil atlet mencapai prestasi di level dunia.

Okto juga menyatakan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan sejumlah tokoh di pemerintahan dan dunia olahraga untuk memantau perkembangan program atlet menjelang agenda multi-even seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Komitmen pemerintah dan skema pendanaan Pelatnas

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah terhadap kemajuan dan prestasi olahraga nasional. Erick menyatakan pengiriman kontingen Asian Games sudah aman, namun pemerintah tetap mengajukan proposal kepada Menteri Keuangan sesuai arahan Presiden untuk mendukung program Pelatnas jangka panjang.

Menurut Erick, pendekatan pembinaan atlet ke depan tidak boleh bersifat musiman atau hanya fokus pada satu event. Pemerintah sedang menyusun model pendanaan berjenjang agar program Pelatnas berjalan konsisten dan sesuai target prestasi internasional.

Dengan langkah-langkah tersebut, NOC Indonesia dan Kemenpora berharap isu efisiensi anggaran dapat diatasi melalui sinkronisasi kebijakan, komunikasi antar-lembaga, dan perencanaan pendanaan yang berkelanjutan guna memperkuat peluang atlet Indonesia bersaing di kancah internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button