Olahraga

Dévy Rigaux Pastikan Keputusan Bergabung dengan Feyenoord Berkat Keyakinan Pemain Tersebut!

Jakarta, Maret.id — Dévy Rigaux, nama yang kini tengah menghiasi panggung sepak bola Belanda, telah resmi menjadi direktur teknis Feyenoord. Pengumuman tersebut meski sudah diterima sebelumnya, kontrak barunya akan mulai berlaku pada tanggal 1 Juni mendatang. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari Senin, Rigaux memperkenalkan dirinya dan mengungkap rasa optimis mengenai posisi pelatih Robin van Persie yang saat ini tengah berada di bawah sorotan.

Kontak dan Persiapan Sebelum Bergabung

Rigaux, yang berusia 38 tahun dan berasal dari Belgia, menyatakan bahwa langkahnya menuju Feyenoord tidak diambil sembarangan. “Saya telah melakukan kontak intensif dengan sejumlah pemain,” ujarnya dalam wawancara yang dipublikasikan oleh media lokal. Dia memiliki tujuan yang jelas: mengumpulkan informasi mengenai direktur umum baru Feyenoord, Robert Eenhoorn.

Dalam upaya tersebut, Rigaux menjalin komunikasi dengan mantan klub Eenhoorn, AZ, dan berbicara panjang lebar dengan beberapa tokoh kunci seperti Jordy Clasie dan Maarten Martens. “Informasi yang saya kumpulkan sangat berguna untuk memahami lebih dalam tentang Feyenoord,” tambahnya.

Menariknya Keberanian Feyenoord

Rigaux terlihat antusias dengan keputusan Feyenoord untuk menunjuk seseorang dengan latar belakang Belgia. Ia menganggap bahwa Feyenoord memiliki kesamaan dengan Club Brugge, tempatnya berkarier sebelumnya. “Di sana juga terkait dengan menang dan menjual talenta,” jelas Rigaux. Selain itu, durasi kontrak tiga tahun yang ditawarkannya pun menunjukkan bahwa klub sangat serius dalam membangun proyek jangka panjang.

Feyenoord, yang dikenal dengan basis penggemar yang besar, membuat Rigaux merasakan adanya perbedaan dengan Club Brugge. “Saya rasa Feyenoord bahkan lebih besar dalam hal basis penggemar,” paparnya, menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap budaya sepak bola dan keberagaman keluarga di Rotterdam.

Tantangan dan Komitmen

Meski memandang langkah ini sebagai peluang emas, Rigaux juga menyadari bahwa transisi dari Brugge menuju Rotterdam bukanlah hal yang sepele. Ia menyatakan bahwa penyesuaian akan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan kehidupan keluarga. “Tantangan terbesar saya adalah menjaga hubungan keluarga saya. Namun, jika saya berkomitmen untuk sesuatu, saya akan totalitas,” jelasnya tegas.

Rigaux menegaskan bahwa untuk Feyenoord, ia akan mencurahkan seluruh jiwa dan raga. “Di Rotterdam, mereka dapat tenang. Saya akan menyalurkan segenap energi saya untuk klub ini,” tutupnya, memberikan sinyal kepada penggemar bahwa masa depan Feyenoord di bawah kepemimpinannya akan diisi dengan semangat kewirausahaan dan kerja keras, mengingat sepak bola bukan sekadar permainan, tetapi juga sebuah seni dalam mencapai kejayaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button