Singkirkan Jude Bellingham! Timnas Inggris Siap Cadangkan Bintang Real Madrid!

Jakarta, Maret.id — Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, telah menimbulkan polemik menjelang Piala Dunia 2026 dengan pendapat yang berani dan mengejutkan, yang kini menjadi buah bibir di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Shearer berpendapat bahwa Jude Bellingham seharusnya dicoret dari susunan pemain inti Inggris ketika Thomas Tuchel memimpin timnya pada laga pembuka melawan Kroasia. Menurutnya, perubahan di lini tengah sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi kapten tim, Harry Kane.
Shearer Lebih Memilih Rogers daripada Bellingham
Dalam pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, Shearer menegaskan bahwa Bellingham tidak layak menjadi starter. Ia lebih meyakini bahwa Morgan Rogers dari Aston Villa saat ini lebih cocok untuk memberikan keseimbangan taktis yang dibutuhkan oleh Inggris. “Bagi saya, Jude tidak akan menjadi starter pada pertandingan pertama. Saya pikir Thomas akan menggunakan formasi yang telah berhasil baginya dalam pertandingan-pertandingan Inggris: (Elliot) Anderson dan Declan Rice di lini tengah, lalu Morgan Rogers di depan mereka,” ujarnya dalam peluncuran kampanye Piala Dunia Betfair.
Mengembalikan Performa Mencetak Gol Kane
Shearer mengaitkan keputusan tersebut dengan urgensi untuk mengoptimalkan kontribusi Kane. Ia mencatat bahwa Inggris telah mengalami kesulitan di turnamen-turnamen sebelumnya disebabkan kurangnya pemain yang berani bergerak di belakang striker. “Kami tidak melihat performa terbaik Kane di turnamen terakhir. Untuk memaksimalkan kemampuan Harry, seperti yang terlihat di tim Bayern Munich, Anda membutuhkan pemain yang berlari melewatinya dan berada di belakangnya,” jelasnya.
Menurut Shearer, saat ini Inggris tidak memiliki opsi itu secara efektif. “Jika Inggris ingin tampil baik, mereka harus memaksimalkan potensi Harry,” tambahnya, menggambarkan kekhawatiran yang mendalam mengenai persiapan tim menjelang ajang akbar tersebut.
Kebangkitan Elliot dan Rogers
Trio gelandang yang diusulkan Shearer meliputi Elliot Anderson, yang performanya telah meningkat pesat setelah meninggalkan St James’ Park. Meskipun kesedihan mendalam menyelimuti kepergian Anderson dari klub yang telah ia dukung sejak kecil, Shearer mengakui bahwa kepindahan tersebut telah membantu pembentukan karakter pemain muda tersebut. “Anderson telah naik tiga atau empat tingkat sejak meninggalkan Newcastle. Ia adalah talenta yang luar biasa dan akan semakin baik,” ungkapnya dengan nada optimis.
Keterlibatan Rogers juga diperhatikan oleh Shearer, yang menilai permainan dinamisnya saat ini lebih efektif ketimbang gelandang-gelandang kreatif lainnya. Dalam konteks ini, ia menyampaikan pesan strategis negatif momen bagi tim jika tidak ada penyesuaian taktis.
Menanggapi 10 Dilema dan Absennya Foden
Shearer juga menyoroti tantangan yang dihadapi Tuchel terkait dengan banyaknya pemain bertalenta di posisi nomor 10, termasuk Phil Foden dan Cole Palmer. “Kami berada dalam posisi yang sangat baik di posisi nomor 10. Namun, satu atau bahkan dua pemain yang sangat berbakat harus ditinggalkan,” tegasnya. Menyikapi absennya Foden dalam performa maksimal, Shearer mencatat, “Dia hanya mengalami musim yang kurang memuaskan menurut standar dirinya yang sangat tinggi. Kami semua tahu bakatnya, tetapi kami belum cukup melihatnya musim ini.”
Pernyataan Shearer tidak hanya memberikan pandangan tajam mengenai susunan pemain yang kemungkinan akan digunakan Tuchel tetapi juga menggambarkan secara mendalam tantangan dan harapan yang dihadapi tim nasional Inggris menjelang kesuksesan di Piala Dunia yang akan datang. Pengamat dan fans sepak bola kini menantikan keputusan akhir pelatih dalam memilih struktur tim yang akan membawa Inggris ke puncak kejayaan, terutama dalam konteks memaksimalkan potensi Kane dan mengadaptasi peran pemain-pemain muda.





