Aprilia Tantang Marc Marquez, Siap Hancurkan di Lintasan!

Jakarta, Maret.id — Aprilia Racing mencatatkan prestasi gemilang dengan menguasai podium satu dan dua dalam balapan MotoGP Mugello 2026. Keberhasilan ini menjadi momen spesial bagi tim, terutama di sirkuit yang secara tradisional dikenal sebagai markas Ducati.
Pernyataan CEO Aprilia Racing
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, mengekspresikan kebahagiaannya usai balapan. Ia menyatakan kemenangan di Mugello, yang merupakan wilayah ikonik Ducati, memberikan kepuasan tersendiri. “Saya menikmatinya seperti anak kecil; ini sangat istimewa. Minggu lalu, kami bersama para pembalap di Pontedera, di Tuscany. Berada di sana, berinteraksi dengan penonton, dan kemudian berdiri di podium teratas, sungguh mengasyikkan,” katanya.
Rivola menambahkan bahwa pencapaian di Mugello ini menjadi bukti kualitas tim, dan lebih dari sekadar momen kebanggaan bagi mereka. “Mugello bukanlah trek yang sangat menguntungkan di atas kertas, namun setelah semua persiapan yang dilakukan, mencapai rekor kecepatan dan rekorn trek adalah konfirmasi signifikan atas kualitas kerja kami,” jelasnya.
Peningkatan Melalui Analisis dan Kerja Keras
Rivola mengungkapkan, selama akhir pekan balapan, pertemuan dan analisis dengan para pembalap dilakukan untuk memperbaiki performa. “Kami berupaya meningkatkan gaya berkendara maupun pengaturan motor. Setiap detik sangat berharga, dan filosofi kami selalu sama: banyak tetes membentuk lautan,” ujarnya.
Seiring dengan euforia kemenangan, perhatian juga tertuju kepada Marco Bezzecchi, salah satu pembalap yang mendominasi setelah insiden dengan Marc Márquez di Indonesia pada 2025. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari seorang jurnalis Italia mengenai keparadoksan tersebut.
Tantangan untuk Marc Márquez
Rivola menjawab tantangan tersebut dengan penuh rasa percaya diri. “Saya sangat menantikan Marc Márquez dalam kondisi 100%,” ungkapnya. Menurutnya, kehadiran Márquez sebagai pembalap terkuat menjadi motivasi bagi timnya untuk mengambil risiko lebih besar pada balapan mendatang.
Ia juga menjelaskan insiden yang melibatkan Bezzecchi merupakan bagian dari dinamika balapan. “Setiap pembalap memiliki momen di mana mereka melaju terlalu cepat dan tidak memperkirakan jarak, itu bisa terjadi,” tuturnya.
Prestasi Aprilia di Mugello menunjukkan bahwa tim ini tidak hanya mampu berkompetisi, tetapi juga menyongsong tantangan dengan semangat dan ambisi yang tinggi. Ini menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tim dalam musim MotoGP mendatang, sambil menantikan kehadiran kembali para rival kuat seperti Marc Márquez di lintasan.





