Olahraga

Chiesa Tantang Liverpool Kembali ke Serie A, Slot Jadi Target Utama!

Jakarta, Maret.id — Federico Chiesa, juara Liga Premier bersama Liverpool, kini tengah mempertimbangkan rencana untuk kembali ke Serie A setelah mengalami kesulitan yang signifikan dalam menembus skuad utama di bawah arahan Arne Slot. Meski berstatus sebagai pemain internasional Italia, ia hanya mampu mencatatkan total 726 menit di semua kompetisi musim ini.

Kekecewaan di Anfield dan Era Slot

Transfer Chiesa ke Liverpool awalnya diharapkan dapat membuka lembaran baru dalam kariernya, namun kenyataan yang dihadapi sangat berbeda. Di bawah pimpinan Slot, kesempatan bermainnya semakin menipis, dan sang winger merasakan adegan yang tidak mengenakkan di Anfield. “Sejak awal 2026, saya jarang bermain. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Liverpool dan, pada Januari, klub dan Slot mengatakan kepada saya untuk tidak pergi, karena mereka membutuhkan saya,” ungkapnya dengan nada skeptis.

Dengan tidak adanya jaminan bermain dalam dua tahun terakhir, Chiesa tak dapat mengelak dari kenyataan pahit. “Saya akan mengikuti pemusatan latihan di AS, lalu berbicara dengan klub dan manajer baru, Iraola, dan kita lihat saja nanti,” ujarnya menunjukkan ketidakpastian masa depan.

Juve Tetap Ada di Hati

Meskipun baru-baru ini berseragam Liverpool, hati Chiesa tetap terikat pada Juventus. Setelah meninggalkan Bianconeri, ia meluapkan keinginan untuk kembali sekaligus membantah rumor mengenai tuntutan gaji yang disebut-sebut menjadi penyebab kepindahannya. “Saya sangat ingin kembali ke Juventus. Tidak pernah ada tawaran perpanjangan kontrak, dan manajemen meminta saya untuk mencari tim lain,” tegasnya.

Pendekatan emosional Chiesa terhadap klub lamanya menunjukkan betapa dalamnya ikatan yang dia rasakan. “Saya beruntung bisa memulai kembali di klub besar seperti Liverpool, tetapi Juventus selalu ada di hati saya,” tambahnya.

Masalah Komitmen dan Kebugaran Tim Nasional

Chiesa juga mengandaikan kontroversi terkait absensinya di tim nasional Italia saat babak play-off Piala Dunia yang sangat penting bulan Maret lalu. Dalam wawancaranya, ia menegaskan bahwa isu kebugaran dan komitmennya terhadap Azzurri tidak seharusnya dipandang sebelah mata. “Saya tiba di Coverciano dengan beberapa masalah fisik,” ungkap Chiesa menjelaskan kondisi yang melatarbelakangi ketidakhadirannya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih, Gennaro Gattuso, atas dukungannya. “Satu-satunya rasa sakit adalah melihat Italia tersingkir dari Piala Dunia. Saya terikat dengan seragam biru itu, dan saya menderita,” kata Chiesa, mencerminkan kepedihan yang dialaminya di tengah sorotan untuk kembali ke panggung internasional.

Menyambut Musim Baru

Dengan peluang untuk kembali ke Italia yang semakin kuat, Chiesa kini bersikap terbuka terhadap kemungkinan pindah ke klub mana pun. Sementara Juventus tetap menjadi salah satu pilihannya, yang terpenting baginya adalah kembali ke “pusat perhatian” dan mendapatkan waktu bermain secara konsisten. “Saya tidak berani mengatakan: Saya harus menjadi pemain inti. Saya siap berjuang untuk mendapatkan tempat, di mana pun,” tutupnya dengan tekad yang membara.

Dalam situasi yang berpotensi memengaruhi kariernya, Chiesa menunjukkan proaktivitas dan rasa hormat yang tinggi terhadap pengalaman-pengalaman yang telah dilaluinya. Dengan masa depan yang masih gelap, namun harapan yang kuat, seluruh perhatian kini tertuju pada langkah selanjutnya dari pemain yang penuh talenta ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button