Olahraga

Ghana Tantang Kanada Atas Tuduhan Pelanggaran Hukum Internasional Soal Partey!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Ghana kini berada dalam konflik terbuka dengan pihak berwenang Kanada terkait penolakan visa yang dialami gelandang Thomas Partey. Tuduhan yang membelit Partey, yang sedang menghadapi proses hukum di London terkait beberapa tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual, mengakibatkan ketidakpastian yang merugikan timnas Ghana menjelang pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia 2026 melawan Panama.

Pemerintah Ghana Desak Keberanian Kanada

Kementerian Luar Negeri Ghana langsung bereaksi keras setelah pihak berwenang Kanada menolak visa Partey. Mereka menyatakan keputusan tersebut “sembarangan dan sangat tidak adil”. Kejadian ini terjadi pada hari Jumat, dan sebagai hasilnya, kesempatan Partey untuk membela negaranya dalam pertandingan yang sangat penting kini terancam.

Dalam pernyataan resminya, kementerian mengatakan bahwa keputusan Kanada hanya mengandalkan tuduhan yang belum terbukti. Ghana menganggap bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip keadilan dan proporsionalitas yang seharusnya dijunjung tinggi. “Ghana sedang melakukan upaya diplomatik aktif,” ungkap pernyataan tersebut, menekankan bahwa keadilan harus ditegakkan dalam konteks hukum internasional.

Pertikaian Hukum yang Memanas

Penolakan visa ini bukan hanya sekadar masalah administrasi, namun telah menciptakan gelombang ketidakpuasan di kalangan pejabat Ghana. Menteri Olahraga Kofi Adams menegaskan bahwa Kanada telah melampaui batas dalam menilai hukum imigrasi. Dia berjanji untuk terus membela hak-hak warganya.

Adams menegaskan, “Kami tidak akan tinggal diam jika ada warga Ghana yang dirugikan di mana pun.” Pernyataan ini diharapkan dapat mendorong pihak berwenang Kanada untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Konsistensi dalam hukum, menurut Adams, adalah kunci agar tidak menciptakan preseden yang dapat mengancam hak asasi.

Respon Tegas dari Kanada dan FIFA

Di tengah menguatnya tekanan diplomatik, pihak Kanada tetap kokoh pada prinsip mereka. Juru bicara dari Imigrasi Kanada menyatakan bahwa penolakan visa didasarkan pada penilaian yang obyektif dari fakta-fakta yang ada. Menteri Lena Diab menganggap keputusan ini konsisten dengan kebijakan keamanan perbatasan yang berlaku.

Dukungan juga datang dari FIFA, yang menegaskan hak Kanada untuk mengatur kebijakan visanya selama pelaksanaan Piala Dunia. Meski demikian, Adams berpendapat bahwa alasan di balik penolakan visa Partey terkesan lemah, terutama karena dia masih bisa beraktivitas di Inggris tanpa adanya pembatasan hukum yang berarti.

Jelang Pertandingan yang Penuh Ketidakpastian

Ghana dijadwalkan menghadapi Panama pada Rabu mendatang, namun ketegangan hukum yang membayangi bisa memengaruhi performa tim. Andrés Partey meskipun tidak bisa bermain, tetap berada dalam skuad di Amerika Serikat menjelang laga penting lainnya di Boston melawan Inggris dan di Philadelphia melawan Kroasia.

Skenario menjadi lebih rumit jika Ghana melaju ke babak sistem gugur dengan kemungkinan harus kembali ke Toronto untuk pertandingan pada 2 Juli. Pemerintah Ghana, dalam upaya mencapai solusi, terus mendesak agar Kanada membatalkan keputusannya, berharap akan ada terobosan diplomatik yang memungkinkan Partey untuk kembali ke lapangan demi kejuaraan dunia yang sangat ditunggu ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button