Senegal Guncang Prancis dan Hancurkan Harapan Mbappé dengan Kemenangan Mengejutkan!

Jakarta, Maret.id — Tim nasional Prancis, yang merupakan juara Piala Dunia 2018, menghadapi kekecewaan saat bertanding melawan Senegal dalam ajang Piala Dunia 2026. Pada pertandingan yang digelar di Stadion MetLife pada malam Selasa, Prancis tidak mampu menunjukkan performa yang diharapkan, dengan babak pertama berakhir tanpa gol.
Pertandingan Tanpa Ketajaman
Dalam 45 menit pertama, timnas Prancis, yang dipimpin oleh bintang muda Kylian Mbappé, hanya berhasil melepaskan satu tembakan ke arah gawang. Menurut data dari jaringan statistik olahraga ternama, “Opta,” catatan ini mencatatkan angka terendah bagi Les Bleus selama fase grup Piala Dunia sejak statistik mulai dikumpulkan pada tahun 1966.
Lebih mengejutkan, tembakan tersebut bahkan tidak mengarah ke gawang. Sementara tim nasional Senegal menunjukkan ketangguhan mereka dengan menciptakan lima peluang, satu di antaranya bahkan mengancam gawang Prancis dengan tembakan yang mengejutkan mengenai tiang gawang.
Mbappé Tertekan dan Minim Peran
Kylian Mbappé, yang diharapkan menjadi pahlawan dalam pertandingan ini, hanya menyentuh bola sebanyak 14 kali selama babak pertama. Jumlah tersebut membuatnya terpuruk sebagai pemain dengan sentuhan paling sedikit dibandingkan dengan rekan-rekannya di lapangan.
Statistik yang dirilis oleh situs “Stats Foot” dari Prancis menyoroti bahwa Prancis hanya pernah unggul dua kali dari tujuh pertandingan pembuka yang mereka jalani sejak tahun 2000. Ini menunjukkan bahwa mereka mengalami kesulitan jauh di luar dugaan, meski memiliki jajaran pemain bintang yang biasanya tajam.
Persaingan di Grup 9
Pertandingan ini merupakan bagian dari putaran pertama Grup 9 di Piala Dunia 2026, di mana timnas Prancis berada dalam satu grup dengan Irak dan Norwegia. Pertandingan antara Irak dan Norwegia akan berlangsung pada Rabu dini hari, menambah ketegangan dalam pencarian poin krusial.
Sementara tim Prancis harus segera bangkit dari hasil mengecewakan ini, pelatih dan pemain diharapkan dapat menganalisis performa mereka untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Penyerapan taktik dan fokus pada penguasaan bola menjadi kunci untuk mengamankan posisi mereka di turnamen ini. Keterpurukan ini diharapkan tidak menuntun klub asal Eropa ini ke jalan yang semakin terjal dalam upaya mempertahankan reputasi sebagai juara dunia.





