Penggemar Inggris Hancurkan Budaya Texas dengan Rodeo dan Lagu Oasis!

Jakarta, Maret.id — Para penggemar tim nasional Inggris, dikenal dengan sebutan Three Lions, baru-baru ini berbondong-bondong ke Texas, Amerika Serikat, untuk menghadiri pembukaan Piala Dunia 2023. Dalam kerangka kegiatan yang sarat dengan nuansa lokal, mereka disuguhkan berbagai atraksi budaya Amerika, termasuk pertunjukan rodeo dan pengalaman tur truk pikap yang mengketengahkan karakteristik khas negara tersebut.
Kehadiran Fans dan Atmosfer Penuh Warna
Pemandangan dan suara gaduh dari rodeo menjadi latar belakang yang tidak terelakkan. Tercipta momen yang aneh namun penuh kenangan ketika para penggemar Inggris, mengenakan jersey tim, mengenakan topi koboi dan menikmati musik, serta merayakan dengan nyanyian lagu ikonik Neil Diamond, “Sweet Caroline”. Lagu ini, kini menjadi semacam lagu kebangsaan tidak resmi bagi berbagai pencapaian Inggris di turnamen internasional, meskipun banyak dari mereka yang berujung dalam kegagalan.
Momen ini menciptakan jembatan antara dua kultur yang berbeda, menyusuri dinamika interaksi antara fans Inggris dan masyarakat lokal. Para penggemar Inggris, yang seringkali terjebak dalam stereotip negatif saat berlibur di luar negeri, tampak merasakan kenyamanan ketika bergabung dalam semangat Piala Dunia yang meriah di Texas.
Perjalanan Panjang Menuju Piala Dunia
Salah satu penggemar fanatik, Howard Taylor, berbagi kisahnya sambil beristirahat di salah satu lounge di Galveston, menjelaskan bagaimana ia beradaptasi dengan keunikan perjalanan olahraga ini. “Saya menyewa truk Dodge Ram yang sangat besar. Ini adalah kendaraan terbesar yang pernah saya lihat. Jadi, saya mengendarainya keliling Texas. Rasanya sangat, sangat Amerika bagi saya,” ujar Taylor, dengan semangat yang menular.
Turnamen besar seperti ini menuntut penggemar untuk menempuh jarak jauh. Tiga laga penyisihan grup Inggris yang diselenggarakan di Dallas, Boston, dan New York mengharuskan mereka menempuh perjalanan lebih dari 2.000 mil. “Ini perjalanan yang cukup panjang,” tegas Taylor, menekankan betapa sulitnya bagi pendukung untuk meluangkan waktu di tengah kesibukan sehari-hari.
Kesetiaan Sejati dan Kisah di Balik Perjalanan
Sebagai penggemar setia, perjalanan Taylor tidak hanya sekadar menonton pertandingan. Ia memanfaatkan Piala Dunia ini untuk berlibur, mengunjungi berbagai tujuan sambil menjelang laga. Perjalanannya dimulai sejak akhir bulan Mei dengan mencakup beberapa tempat di Amerika, bahkan melakukan perjalanan singkat ke Jerman untuk menyaksikan klub kesayangannya, Crystal Palace, meraih trofi di UEFA Conference League.
Momen-momen unik dalam perjalanan Taylor selalu berhasil menarik perhatian. Konflik dengan petugas imigrasi Amerika saat kembali ke negara itu pun menjadi kisah yang lucu. “Mereka sebenarnya tidak bisa memahami mengapa saya pergi selama 60 jam ke negara asing dan kembali lagi dengan ransel kami. Untungnya, petugas di sana adalah penggemar Atletico Madrid dan mengerti sepak bola,” jelasnya, menggambarkan interaksi lucunya dengan sistem imigrasi.
Dengan semangat yang tinggi, perjalanan ini bukan hanya tentang sepak bola melainkan juga mengenai koneksi antar penggemar di seluruh dunia. Melalui semangat kejuaraan, pencarian Taylor untuk menghidupkan pengalaman Piala Dunia yang baru ini menjadi sebuah perjalanan sportif yang menguar ketangguhan, loyalitas, dan cinta terhadap sepak bola, meskipun sering kali harus menghadapi tantangan yang tak terduga.





