Veda Ega Pratama Terpuruk, Hakim Danish Hancurkan Rival di Brno!

Jakarta, Maret.id — Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus memulai perjuangannya dari sesi Kualifikasi 1 (Q1) setelah gagal melaju ke zona Q2 dalam sesi latihan Moto3 Ceko 2026 yang berlangsung di Sirkuit Brno pada Jumat, 19 Juni. Sebagai pembalap yang tergabung dalam Honda Team Asia, Veda mengakhiri sesi latihan dengan catatan waktu 2 menit 05,911 detik dan menempatkannya di posisi ke-15.
Performa Veda Ega Pratama di Sesi Latihan
Dengan hasil tersebut, Veda Ega mengalami kekecewaan karena gagal masuk ke 14 besar yang berhak langsung melaju ke Kualifikasi 2 (Q2). Dalam sesi latihan yang berlangsung, Veda terlihat masih beradaptasi dengan karakteristik Sirkuit Brno, yang menjadi pengalaman pertamanya pada ajang Moto3.
Sesi latihan berlangsung sangat ketat dengan persaingan yang tajam di antara para pembalap. Pada delapan menit awal sesi, Veda Ega bahkan sempat berada di posisi ke-26, tertinggal lebih dari enam detik dari pemimpin sesi, David Almansa. Di sisi lain, pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, menunjukkan performa luar biasa dengan catatan waktu tercepat 2 menit 04,754 detik.
Perubahan dan Peningkatan di Sesi Latihan
Meski dengan awal yang kurang baik, Veda Ega Pratama menunjukkan semangat juang yang tinggi. Memasuki 20 menit terakhir sesi, ia mampu memperbaiki posisinya ke peringkat ke-15 dengan waktu 2 menit 06,435 detik. Namun, tantangan tidak berhenti di situ, mengingat persaingan di kelas atas sangat ketat dan posisi Veda terus terancam.
Di barisan depan, Maximo Quiles dari Aspar Team sempat memimpin sebelum kembali disalip oleh David Almansa yang tampil sangat cepat bersama tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Sesi latihan ini jelas menjadi pelajaran berharga bagi Veda, terutama dalam beradaptasi dengan kondisi lintasan yang baru dan meningkatkan teknik berkendaranya.
Perjuangan Setiap Pembalap di Moto3 Ceko
Kegagalan melangkah ke Q2 tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Veda Ega Pratama. Dengan ini, semua perhatian akan tertuju pada penampilannya di Kualifikasi 1 yang akan datang. Pembalap muda asal Gunungkidul ini diharapkan dapat memaksimalkan waktu yang ada dan belajar dari pengalaman di sesi latihan yang telah berlalu.
Kompetisi di tingkat internasional seperti Moto3 memberikan kesempatan berharga bagi pembalap Indonesia untuk menunjukkan bakat dan dedikasi mereka. Meskipun tidak berhasil dalam satu kesempatan, harapan untuk masa depan selalu terbuka, dan Veda Ega Pratama diharapkan dapat terus mengasah kemampuannya di arena balap yang bergengsi ini.





