Bogorun 2026 Dihadiri 4.100 Pelari, Sentul Kejar Status World Athletics 2027

Bogor, Maret.id — Sekitar 4.100 pelari dari dalam dan luar negeri memadati Taman Budaya Sentul City, Bogor, Minggu (10 Mei 2026), untuk mengikuti Bogorun 2026. Gelaran yang menonjolkan rute berprofil bukit ini menjadi ajang pembuktian ketangguhan pelari sekaligus bagian dari upaya menjadikan Bogorun sebagai lomba bersertifikat dunia pada 2027.
Rute dan tantangan teknis
Rute Bogorun 2026 didominasi tanjakan dan turunan curam dengan selisih elevasi mencapai sekitar +280 meter dari titik terendah ke tertinggi. Panitia menggambarkan profil rute half marathon menyerupai gigi gergaji: pada kilometer 3–5 pelari menghadapi tanjakan panjang dengan kemiringan sekitar 12% sepanjang 800 meter, diikuti turunan tajam pada kilometer 8–10, lalu tanjakan kembali yang brutal pada kilometer 15–17. Kondisi tersebut menuntut daya tahan dan strategi pacing yang matang, sehingga banyak pelari asing maupun nasional merasakan tantangan berbeda dibanding rute datar pada umumnya.
Peserta, kategori lomba, dan ambisi internasional
Dari total peserta, sekitar 2.100 orang tercatat mengikuti kategori Kuta (5K) yang cocok bagi pemula. Kategori Udaya (10K) dan Wangsa (half marathon 21,9 km) menarik perhatian karena medan yang lebih berat. Selain pelari nasional, panitia mencatat keikutsertaan 33 pelari mancanegara asal Kenya, Tanzania, Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris. Beberapa atlet nasional ternama juga ambil bagian, termasuk nama-nama yang dikenal di komunitas lari dalam negeri.
Rike Iskandar, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor yang akrab disapa Kang Akew, menyatakan rasa syukur atas antusiasme peserta. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar dengan peserta sekitar 4.100-an. Ini bukti bahwa para pelari haus akan tantangan rute yang tak monoton,” ujarnya di lokasi.
Kang Akew menambahkan bahwa pelari internasional memuji karakter rute Sentul yang unik. “Dari Kenya ada tiga pelari, lalu Tanzania, Jepang, Korea, Prancis, Inggris. Mereka bilang, trek Sentul ini unik. Tidak datar, penuh karakter,” katanya, seraya menegaskan harapan penyelenggara untuk menindaklanjuti ambisi mendapatkan label World Athletics pada 2027.
Penyelenggaraan berlangsung dalam suasana semarak dan menjadi bukti peningkatan minat masyarakat terhadap event lari yang menantang sekaligus berpotensi berstandar internasional.





