Cape Verde terus moncer setelah kalahkan Uruguay usai menaklukkan Spanyol

Jakarta, Maret.id — Kap Verde berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam pertandingan Piala Dunia keduanya sepanjang sejarah. Setelah mengamankan hasil imbang melawan Spanyol (0-0), mereka kembali meraih hasil imbang 2-2 melawan Uruguay, juara dunia dua kali.
Tim Kap Verde kini menuju pertandingan terakhirnya melawan Arab Saudi dengan harapan lolos ke babak gugur. Hasil imbang mereka melawan Uruguay berarti kemenangan pada laga terakhir sudah cukup untuk memastikan kelolosan, sementara Uruguay harus mengalahkan Spanyol untuk melanjutkan perjalanan mereka di turnamen ini.
Uruguay mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, kekurangan kreativitas di lini tengah kembali terlihat jelas, seperti yang terjadi saat menghadapi Arab Saudi (1-1), sehingga mereka kesulitan menciptakan peluang.
Peluang terbaik Uruguay datang melalui serangan balik. Agustín Canobbio memberi umpan kepada Federico Valverde, namun Valverde gagal memanfaatkan kesempatan dan tendangannya melenceng dari gawang Vozinha, kiper Kap Verde yang berperan sebagai pahlawan timnya.
Ancaman dari Kap Verde lebih banyak berasal dari situasi bola mati. Kevin Pina melepaskan tendangan bebas yang tembus ke gawang setelah melawan pertahanan Uruguay yang kurang baik, menempatkan Rio Tinto sebagai pembuka skor: 0-1 bagi Kap Verde.
Sayangnya, keunggulan Kap Verde tidak bertahan lama. Umpan silang tajam Valverde disundul oleh Sidny Lopes Cabral, membentur tiang, dan Maxi Araújo dengan cepat menyambar bola pantul untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Itu adalah gol kedua bagi Araújo di Piala Dunia.
Di penghujung babak pertama, Uruguay berhasil membalik keadaan. Umpan Manuel Ugarte menuju Araújo, yang kemudian mengoper bola ke Agustín Canobbio. Penyerang Fluminense itu berhasil menjebol gawang kosong dan membawa Uruguay unggul 2-1.
Setelah satu jam pertandingan, Cape Verde menyamakan kedudukan kembali. Fernando Muslera gagal mengantisipasi umpan Mathias Oliveira dengan baik, dan Hélio Varela memanfaatkannya dengan tendangan datar ke gawang yang kosong: 2-2.
Uruguay hampir menyelesaikan babak pertama dengan keunggulan, tetapi gol ketiga Araújo dibatalkan karena offside setelah keributan di kotak penalti.
Pelatih Marcelo Bielsa melakukan perubahan dengan memasukkan Nicolás de la Cruz dan Darwin Núñez untuk meyegarkan skuadnya. Uruguay terus menekan, tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kap Verde kini menanti laga terakhirnya melawan Arab Saudi, dengan harapan untuk melanjutkan perjalanan mereka di babak final.
Kedua laga ini menjadi refleksi kekuatan dan daya juang dari tim Kap Verde, dan menarik perhatian banyak penggemar, termasuk dari Indonesia. “Saya sangat mengagumi semangat Tim Kap Verde. Mereka menunjukkan bahwa tim kecil pun bisa bersaing di level dunia,” kata Yudi, seorang penggemar sepak bola, menanggapi performa mereka.





