Olahraga

Media Belgia Kritik Kekecewaan Terbaru Menyusul Kesalahan Penilaian Terhadap Iran

Jakarta, Maret.id — Belgia kembali mengalami kegagalan meraih kemenangan di Piala Dunia setelah bermain imbang 0-0 melawan Iran pada hari Minggu. Kini, mereka memerlukan kemenangan melawan Selandia Baru untuk memastikan langkah ke babak gugur.

Kinerja Belgia di turnamen ini dinilai sangat mengecewakan oleh media. “Sebuah film B yang buruk di Hollywood,” tulis Het Nieuwsblad. “De Rode Duivels hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Iran di Los Angeles.”

Tim besutan pelatih Rudi García merasa tertekan usai hasil imbang melawan Mesir (1-1) sebelumnya. Mereka harus meraih tiga poin pada 27 Juni mendatang saat bertemu Selandia Baru, jika tidak ingin tersingkir.

Media tersebut juga menyindir performa Timnas Belgia. “Siapa yang menyangka? Seseorang bisa saja salah perhitungan saat menghadapi Iran. Bukankah begitu, Donald?” ungkap mereka, menyentil presiden AS Donald Trump dan kondisi di Timur Tengah.

Belgia menunjukkan kekurangan signifikan dalam permainan, termasuk absennya Doku dan kartu merah yang diterima Ngoy. Tim tersebut gagal menciptakan peluang berarti, meski Iran hampir mencetak gol melalui sebuah upaya yang dianulir karena offside.

“Red Devils harus berhati-hati agar tidak menapaki ‘Boulevard of Broken Dreams’ di Los Angeles,” tulis Het Nieuwsblad. Mereka juga mengkritik Tommy Meunier yang gagal dalam beberapa duel penting.

“Ketegangan di dalam stadion terasa sangat mencekam,” ungkap media tersebut. Dalam situasi sulit, Belgia terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Ngoy diusir dari lapangan.

Sporza menekankan bahwa “Setan Merah juga gagal menang dalam laga Piala Dunia kedua mereka.” Tim kalah dalam penguasaan bola dan kesulitan menembus lini pertahanan Iran.

Dengan lawan-lawan seperti Mesir dan Selandia Baru di grup, Belgia kini semakin kehilangan kendali atas nasib mereka. Pemenang antara Mesir dan Selandia Baru akan menentukan klasemen grup.

“DJ stadion di Los Angeles memiliki selera waktu yang tepat,” tulis Sporza, mencatat suasana di stadion. Belgia juga nyaris terjebak oleh taktik Iran yang cermat, namun syukurnya tidak kebobolan lebih banyak.

Kegagalan untuk memanfaatkan peluang gol Taremi yang dianulir menunjukkan bahwa harapan Belgia untuk menjadi juara grup kini semakin redup. Tim yang mencetak poin lebih sedikit kemungkinan akan berhadapan dengan juara bertahan, Argentina, di babak selanjutnya, jika berhasil lolos.

Sebagai komentar dari perspektif Indonesia, “Tentunya sangat menarik untuk melihat perkembangan Belgia ke depan. Sebagai penggemar sepak bola, banyak dari kami yang takjub dengan kekuatan tim Eropa ini. Namun, mereka harus segera bangkit dan berbenah jika ingin melanjutkan perjalanan mereka di turnamen ini,” ujar Nusa, seorang penggemar sepak bola Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button