De Bruyne tolak bertindak bertentangan dengan keputusan Garcia terkait masalah Iran

Jakarta, Maret.id — Tim nasional Belgia kembali mengalami kendala dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026, setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Iran.
Pelatih Rudi Garcia mengawali turnamen ini dengan hasil imbang 1-1 saat melawan Mesir sebelumnya.
Kevin De Bruyne, bintang Belgia, memberikan penilaian jujur tentang pertandingan melawan Iran setelah digantikan oleh Matias Pardo pada menit ke-87. “Kami seharusnya bisa mencetak gol,” kata De Bruyne dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs DHnet.
Dia menambahkan, “Kami mendapat beberapa peluang, tapi kami mencoba bermain terlalu cepat di awal, dan menabrak tembok pertahanan.”
De Bruyne juga menyoroti perlunya kesabaran dalam permainan. “Di beberapa momen, kami menemukan solusi di sisi kiri,” ujarnya.
Ketika Belgia kehilangan salah satu pemain akibat kartu merah, Garcia menarik Romelu Lukaku dan memasukkan Arthur Theate untuk memperkuat lini belakang.
“Kami menguasai permainan saat masih 11 lawan 11, tetapi ketika menjadi 10 lawan 11, tekanan tinggi bukanlah keputusan yang tepat,” lanjut De Bruyne.
Meski dalam kondisi kekurangan pemain, dia menegaskan bahwa tim masih berusaha menciptakan peluang meskipun gagal mencetak gol.
Reaksi dari penggemar sepak bola di Indonesia sangat peduli terhadap penampilan Belgia. Seorang pengamat olahraga lokal menyatakan, “Belgia harus lebih tenang dan fokus untuk memanfaatkan peluang yang ada, jika tidak, mimpi mereka di Piala Dunia bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.”





