Jerson Cabral menanggapi kritik NOS terkait deskripsi namanya di layar TV

Jakarta, Maret.id — Jerson Cabral memberikan tanggapan penuh humor terhadap pernyataan unik yang disampaikan oleh NOS pada malam Minggu saat pertandingan Piala Dunia antara Cape Verde dan Uruguay berakhir imbang 2-2. Mantan penyerang Feyenoord dan FC Twente ini terkejut melihat namanya muncul di televisi dengan deskripsi yang mengejutkan banyak pemirsa.
Cabral, yang bergabung dengan NOS sebagai analis untuk pertandingan Cape Verde karena hubungan keturunannya, berdiskusi mengenai laga tersebut bersama Kenneth Perez. Namun, bukan analisisnya yang mencuri perhatian, melainkan deskripsi di bawah namanya yang berbunyi, “Pernah bermain di Jong Oranje bersama Steven Berghuis.” Deskripsi ini segera menjadi viral di media sosial.
Reaksi pun langsung muncul dari banyak penonton. “Sudah sepuluh tahun menjadi pemain sepak bola profesional, lalu diingat seperti itu,” tulis seorang pemirsa terkejut di platform X. Selain itu, demikian juga disoroti bahwa Cabral masih aktif sebagai pemain sepak bola profesional dan saat ini sedang dalam pencarian klub baru.
Ke esokan harinya, Cabral ikut memberikan tanggapan melalui Instagram Stories. Ia membagikan gambar yang dimaksud dan dengan nada bercanda menyapa stasiun televisi publik tersebut. “NOS, keluar sebentar, kita harus bicara,” kata Cabral sambil menandai Steven Berghuis dalam pesan tersebut. “Maukah kamu yang memberitahu mereka?” tambahnya.
Kesalahan ini tampaknya berasal dari siaran NOS sebelumnya. Dalam pertandingan sebelumnya, Cabral juga bertindak sebagai analis dan duduk di meja bersama Berghuis, rekan setimnya di Jong Oranje antara 2010 dan 2012. Stasiun televisi sepertinya tidak memperbarui deskripsi lama untuk pertandingan Cape Verde dan Uruguay.
Akibatnya, Cabral diperkenalkan kembali sebagai mantan rekan setim Berghuis. Namun, kariernya yang mencakup klub-klub seperti Feyenoord, FC Twente, ADO Den Haag, Willem II, Levski Sofia, serta berbagai petualangan di luar negeri jauh lebih luas dari sekadar keterangan singkat tersebut.
“Sebagai penggemar sepak bola, saya rasa kejadian ini menunjukkan bahwa pentingnya menghargai seluruh karier seorang pemain, bukan hanya momen-momen tertentu.” kata Dika, seorang penggemar sepak bola asal Jakarta.





